Metro

Perlindungan Tenaga Medis Digodok

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menutut tenaga medis khusus yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar tidak memandang status sosial pasien.
Tenaga medis juga dituntut terus membangun kepercayaan masyarakat, agar pasien tidak meminta rujuk ke rumah sakit swasta akibat pelayanan milik pemerintah kesehatan tidak baik.
Wakil Ketua DPRD Makassar,Indira Mulyasari Paramastuti mengatakan, tenaga medis seperti dokter, perawat ataupun bidan harus mampu memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat dapat semakin percaya dengan kemampuan tenaga medis yang kita miliki.
“Selain rutin melakukan kontrol tenaga medis juga haru memberikan senyum kepada pasien, jangan memberikan pelayanan yang burukterhadap masyarakat apalagi sama pasiennya,”ucapnya.
Menurut Legislator Fraksi Nasdem itu saat ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan pelayanan rumah sakit/ puskesmas milik Pemerintah dengan Swasta, ia menyebutkan hal itu mendorong masyarakat lebih memilih berobat di rumah sakit milik swasta, daripada pemerintah.
“Kalau Puskemas senyumnya tidak kelihatan giginya, tapi klo swasta sudah senyum yang baik juga sangat sopan,”ucapnya.
Ia juga mendorong agar Pemerintah Kota Makassar terus memberikan pendidikan atau keprofesian yang berkelanjutan kepada tenaga medis. Hal ini agar kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien terus meningkat.
Tidak hanya itu, dia juga mendesak agar para tenaga medis, dokter, perawat dan bidan agar menjalankan tugasnya lebih profesional dengan mengedepankan kode etik disamping itu, agar para tenaga medis disenangi masyarakat dengan memberikan pembinaan, meningkatkan disiplin kerja.
Sementara itu, Sekertaris Ketua Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid menuturkan “ini langkah awal untuk membuat ranperda inisiasi terkait perlindungan tenaga perawat yang akan dibuat oleh DPRD Makassar,” ucapnya.
Dibuatnya perda perlindungan tenaga perawat itu agar para perawat memiliki kekuatan hukum untuk menjalankan kerja-kerjanya, di mana hal itu menurutnya untuk menghindari adanya kasus-kasus kekerasan terhadap perawat.
“Nantinya kita akan melihat apa saja yang menjadi poin penting dalam diskusi publik ini kemudian akan dibahas oleh DPRD Makassar,” katanya. untuk spesifikasi bentuk perda perlindungan tenaga perawat itu belum diketahui pasti. (ita)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top