Gojentakmapan

Dituding Sunat Bantuan Traktor Tangan, Begini Komentar Kadis Pertanian Gowa….

Traktor Tangan

GOWA, BKM — Belum kering tudingan dugaan melakukan korupsi bantuan kedele yang kini masih berproses secara hukum di Polres Gowa, jajaran Dinas Pertanian Gowa kembali diterpa kasus dugaan pemotongan bantuan mesin handtractor (traktor tangan) dan mesin Combine Harvester (mesin pemanen kombinasi yang berfungsi menuai, merontokkan dan menampi). Sorotan pemotongan ini bahkan dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Gowa.

Terkait tudingan itu, Kadis Pertanian Gowa, H Zulkarnain didampingi Kabid Pascapanen dan Pembiayaan, Maryani Pagassingi serta PPK pada Dinas Pertanian, Fachruddin membantah keras tuduhan itu.

Zulkarnain menegaskan, sorotan itu keliru sebab tidak mungkin bisa terjadi pemotongan seperti yang ditudingkan pihak lain karena bantuan itu turun dari pusat dalam bentukbarang bukan dalam bentuk dana atau uang tunai.

“Tudingan itu keliru. Bagaimana bisa dikatakan dipotong kalau yang turun dari pusat itu berupa bantuan fisik traktor tangan dan mesin pemanen kombinasi (combine harvester). Apalagi bantuan itu bukan melalui kami meskipun itu bantuan asalnya dari Kementrian Pertanian. Bantuan alsintan ini juga merupakan bantuan aspirasi yang merupakan buah perjuangan para legislator pusat untuk para konstituennya di bawah. Jadi dimana dipotongnya,” tandas Zulkarnain tersenyum sambil memperbaiki letak kopiahnya.

Mantan Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Gowa ini juga menegaskan jika bantuan-bantuan aspirasi yang turun itu tidak pernah dikelola langsung oleh pihaknya tapi langsung diterima oleh para kelompok tani dari para pengurusnya (tim legislator bersangkutan).
“Kami di dinas hanya dilapori saja sekaligus turun memeriksa alsintan itu sekadar mencocokkan dengan SK penyerahan dari pusat. Dan yang atur siapa-siapa kelompok tani yang mendapatkannya, itu adalah sepengetahuan para legislator bersangkutan bersama tim-timnya di bawah. Kita di dinas tidak tahu menahu. Yang kami pegang adalah laporannya saja yang diturunkan pusat ke Dinas Pertanian provinsi. Jadi, dimana letak pemotongannya ?” Kata pria kelahiran Jeneponto ini.

Ditambahkan Fachruddin, PPK di Dinas Pertanian Gowa bahwa untuk traktor tangan yang merupakan bantuan aspirasi tahun anggaran 2016 itu jumlahnya sekitar 100 unit yang berasal dari tiga aspirasi yakni dari aspirasi pusat, provinsi dan kabupaten.
Harga per unit traktor tangan itu sekitar Rp 24 juta. Traktor tangan ini, kata Fachruddin sudah berada di tangan masing-masing kelompok tani di Gowa dan itu tidak melalui Dinas Pertanian Gowa. “Kami hanya turun menemui kelompok tani untuk melihat barangnya dan mengecek sesuai laporan SKnya,” jelas Fachruddin. (sar)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top