maccaja
Kriminal

Motif Pembunuhan Pasutri Terungkap

IMG_20170414_061026

PINRANG, BKM — Setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Pinrang selama hampir sepekan lamanya, Ati Sofwana (35), istri dari Arifin (40), pasangan suami Istri (Pasutri) di Kabupaten Pinrang yang menjadi korban penganiayaan sadis pada hari Jum’at 14 April lalu, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Selama delapan hari sempat bertahan dengan kondisi koma dan tak sadarkan diri, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Lasinrang setempat.

Pihak keluarganya, Sriyanti Mas’ud 4 hari pasca kejadian mengklaim luka gorokan yang mengenai leher korban itu tak terlalu dalam, namun mengenai jalur pernafasan.

Seperti diketahui, dalam peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat kota Pinrang tersebut, Arifin, suami Ati tewas mengenaskan di rumah kontrakannya di jalan Kesehatan Kota Pinrang, pada hari itu juga.

Sementara Ati yang dalam kondisi sekarat saat ditemukan, langsung dilarikan ke RSUD Lasinrang Pinrang. Namun dinyatakan akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo yang dihubungi, Jum’at (21/4), membenarkan korban Ati Sofwana telah dinyatakan meninggal dunia tersebut.

“Iya, korban Ati meninggal dunia semalam saat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lasinrang Pinrang. Rencananya, korban dikebumikan hari ini (kemarin,red) setelah waktu Sholat Jum’at,” kata Leo via telepon selulernya. Hal yang sama juga dibenarkan Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, dr Makbul Tapa kepada awak media,kemarin.”Informasi dari petugas jaga kepada saya, Ati meninggal sekira pukul 23.00 Wita,” singkat Makbul.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Muh Nasir, dikonfirmasi terpisah mengaku kasus ini sudah bisa disimpulkan jika motif sebenarnya adalah pemicu pertengkaranan dalam rumah tangga.

“Sesuai hasil olah TKP, analisa semua barang bukti dan hasil uji Labolatorium forensik Polda Sulsel termasuk pemeriksaan saksi-saksi menguatkan, itu sudah bisa kita simpulkan pelaku utamannya sendiri adalah suami Ati Sofwana, yakni Arifin,” beber Muh Nasir via selulernya, kemarin.

Dijelaskannya, pasutri ini sering bertengkar dalam urusan rumah tangga, puncaknya, 14 April lalu, Arifin menganiaya istrinya dengan sendiri dengan cara menggorok lehernya.

Pelaku kemudian, sambung Nasir, berusaha bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 rumah kontrakannya yang disewa setahun lalu.

“Disini suaminya telah mengira istrinya telah meninggal dunia, lalu dia depresi dan kemudian melompat dari lantai 3 dengan kondisi kepala lebih dulu tiba dilantai dasar,”paparnya.

Dengan demikian, kata dia, kasus ini dinyatakan gugur karena pelaku meninggal dunia lebih dulu. “Apa boleh buat, Demi hukum kasus ini terpaksa kita tutup karena semua fakta-fakta hukum harus dikesampingkan disebabkan pelaku tunggal meninggal lebih dulu,” tandasnya. (ady)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top