Kriminal

Panah Polisi, Gembong Curanmor Makassar Tewas Didor

TEWAS--Jasad Basri, tersangka curanmor saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar.

MAKASSAR,BKM –Berakhir sudah sepak terjang Basri Lewa (32), warga Jalan Pampang 2. Pria yang dikenal sebagai gembong rampok ini meregang nyawa setelah terkena timah panas aparat Tim Khusus Polda Sulsel, Senin (24/4) malam. Basri terpaksa dilumpuhkan karena menyerang petugas dengan panah saat polisi sedang melakukan pengembangan penyidikan.

Basri diamankan polisi terkait kasus pencurian sepeda motor di Jalan Perintis Kemerdekaan. Tak lama setelah ditangkap, petugas menggiring Basri ke Mapolda Sulsel untuk diperiksa.

Di depan petugas Basri mengakui perbuatannya. Dia mengakutelah melakukan pencurian motor di wilayah Tamalarea dan beberapa lokasi lainnya di Makassar. “Saya akui Pak jika saya telah melakukan perampokan dan pencurian motor,” kata Basri di depan polisi.

Dalam catatan kepolisian, Basri sudah belasan kali melakukan aksi kejahatan bersama rekannya.

“Saya tidak sendiri Pak. Saya bergabung dengan kelompok Heri,Firman dan Sikki.Saya bersama mereka melakukan perampokan di belasan lokasi. Itu sejak Februari tahun 2017 silam,” katanya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggiring Basri menunjukkan lokasi persembunyian barang bukti dan tempat rekannya, Sikki bercokol. Saat tiba di sebuah kebun, tersangka kabur. Tersangka yang masuk ke dalam gubuk bukannya mengambil barang bukti, melaikan meraih busur dan memanah petugas.

Melihat ulah nekat tersangka, petugas mengekuarkan tiga kali tembakan ke udara namun tidak digubris. Dengan terpaksa, polisi menembak dada tersangka hingga tewas.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan,tersangka Basri ‚Äémerupakan resedivis kasus perampokan. Dua rekannya, Firman dan Sikki masih dalam pengejaran.

“Tersangka Basri terbilang perampok sadis,akhir pertualangannya dalam melakukan kejahatan,berakhir saat dilakukan pengembangan oleh Tim Khusus,” kata Dicky. (ishak mappelawa)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top