Sulselbar

Syahrul Minta Eksekusi Asrama Mahasiswa di Bogor Ditunda

Asrama mahasiswa Sulsel di Bogor.

MAKASSAR, BKM – Terkait rencana eksekusi asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan di Kota Bogor yang menuai penolakan Kamis (27/4), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo angkat bicara. Syahrul menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Syahrul bahkan meminta agar eksekusi tersebut ditunda sambil menunggu hasil PK yang saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung.

Selain itu Syahrul juga meminta pihak pemerintah kota Bogor serta Kapolres setempat agar dalam penanganan kasus ini tidak menggunakan kekerasan. Hal ini untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar.

Terkait penolakan dari mahasiswa yang sudah menempati asrama tersebut selama bertahun-tahun, Syahrul mengimbau agar tetap tenang. Semua pihak diharapkan tidak terpancing dengan isu yang beredar dan bersama-sama menunggu hasil dari proses hukum yang tengah ditempuh Pemprov Sulsel saat ini.

Seperti diberitakan, Pengadilan Negeri Bogor berencana untuk mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa wisma mahasiswa Latimojong di Jalan Semeru Nomor 27 Kota Bogor. Eksekusi tersebut berdasarkan surat penetapan ketua PN Bogor tanggal 30 Desember 2016 dengan nomor: 17/Pdt/Eks/2016/PN.Bgr jo No.61/Pdt.G/2012/PN.Bgr. Namun di sisi lain, Pemprov tetap berusaha mempertahankan tempat domisili mahasiswa asal Sulsel yang tengah menuntut ilmu di kota hujan tersebut melalui proses hukum lanjutan. (rahma)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top