Selamat Ibadah Puasa
Sulselbar

Pemuda Pendiam Tulis Surat Sebelum Gantung Diri

SIDRAP, BKM — Kamis (25/5) di Jalan Andi Pakkanna, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Matahari baru saja beranjak dari peraduannya di ufuk timur. Jarum jam menunjuk pukul 05.30 Wita.
Belum banyak warga yang melakukan aktifitasnya. Tapi, seorang perempuan bernama Andi Mardiana telah memulai harinya. Berjalan kaki ia tak jauh dari rumahnya.
Setibanya di depan rumah pasangan suami istri Pattawe dan Kartima, ia melihat sesosok tubuh tergantung di sebatang pohon. Ada seutas tali plastik berwarna biru yang menjerat leher dan terhubung ke tangkai pohon.
Alangkah terkejutnya ia melihat pemandangan tak lazim itu. Rasa penasaran kemudian mendorong Mardiana untuk melihat dari dekat sosok mencurigakan tersebut.
”Saya sangat kaget. Karena yang tergantung di pohon itu Fahmi. Dia sudah meninggal,” tutur Mardiana, kemarin.
Tindakan nekat Fahmi membuat ibunya, Kartima menangis histeris. Ia tak pernah menyangka anaknya yang pendiam itu tega mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Pengakuan Kartima, anaknya itu terbangun dari tidurnya pukul 05.00 Wita. “Subuh-subuh dia minta izin keluar untuk buang air kecil, namun sudah tak pulang-pulang lagi,” kata Kartima, mengisahkan.
Yang membuatnya lebih bersedih hati dan terpukul, karena sebelum menjemput ajal, korban sempat menulis surat. Isinya berupa permintaan maaf kepada orang tua dan juga saudara-saudaranya.
Surat itu ditemukan kakak korban, Ismail (45) kira-kira dua jam setelah Fahmi ditemukan tewas tergantung. “Surat itu saya temukan di dalam sebuah tas,” sebut Ismail.
Ia kemudian mengenang adiknya di tiga bulan terakhir menjelang ajal. Kata dia, adiknya sudah menunjukkan perubahan sikap dan lebih banyak berdiam diri di dalam rumah.
“Dia (Fahmi) juga sangat tertutup. Bahkan sering memeluk ibu seraya meminta maaf kepadanya. Saya juga sudah dua kali menemukan racun di dalam kamarnya,” bebernya.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Anita Taherong mengaku telah melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) dan mendatangkan tim Inafis Polres Sidrap. Hasil olah TKP, tambah Anita, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan di balik tewasnya Fahmi. Pihak keluarga korban menolak mayat Fahmi dilakukan otopsi. (ady)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top