Selamat Ibadah Puasa
Metro

Dugaan Penjualan Lahan Negara di Baddoka. Ketua RW 6: Saya Pernah Dibujuk Teken Sporadik

MAKASSAR, BKM — Sejumlah warga Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar siap mengawal adanya dugaan kasus jual beli lahan negara di Jalan Daeng Matoa RW 6 Baddoka Kelurahan Pai.

Warga menilai, lahan seluas 5.000 meter yang kini sudah beralih dan dikuasai oleh oknum pengembang property adalah tanah negara milik Kementerian Pekerjaan Umum.

Ketua RW 6 Baddoka Kelurahan Pai, Irwan Sahabuddin menjelaskan, bahwa lokasi yang telah diperjual belikan itu merupakan tanah negara dalam hal ini milik Kementerian PU.

“Saya tahu persis riwayat tanah di Baddoka termasuk lahan PU yang diperjual belikan itu. Saya ini lahir, kecil dan besar di Baddoka. Dan semua satu kampung di Baddoka tahu, jika lokasi tersebut adalah tanah negara, milik Kementeriam PU,” kata Irwan Sahabuddin kepada BKM, Kamis (1/6/2017).

Setahu saya, lanjut Irwan, lahan tersebut merupakan lokasi rencana pembangunan perumahan PU. Namun karena rencana itu tertunda, maka lokasi yang telah dipagar keliling oleh kementerian PU dianggap sebagai lahan tidur. Makanya ada beberapa oknum warga yang mengklaim dan memperjual belikan lokasi tersebut.

Parahnya lagi, karena ada keluar sporadik pada lokasi tersebut. Padahal itu sangat jelas adalah lahan negara.

“Saya pernah dipanggil sama oknum di kelurahan. Saya disuruh tanda tangani Sporadik. Tapi saya tolak mentah-mentah. Itu karena saya tahu, lokasi yang dia maksud adalah lahan negara,” kata Irwan.

“Terlalu berani.Sekarang kalau begini, siapa yang mau bertanggungjawab. Yang jelas kami bersama warga Baddoka lainnya akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi,” cetusnya.

Irwan juga mengaku, bila dirinyanya dijanjikan uang dan motor trail kalau ikut menandatangani Sporadik tersebut.

“Saya pernah dijanji uang dan motor trail, tapi saya tolak. Buat apa itu motor trail, kalau ujung-ujungnya nanti kita masuk penjara. Saya bukan orang bodoh,” tandasnya. (drw)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top