Sulselbar

77 PTT Jadi CPNS, Sukri: Jangan Urus Pindah ke Kota

BUPATI Bulukumba, AM Sukri A Sappewali menyerahkan SK CPNS secara simbolis di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (6/6).

BULUKUMBA, BKM — Bulan ramadan 1438 Hijriah menjadi berkah tersendiri bagi 77 Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kementerian Kesehatan. Mereka yang terdiri dari satu dokter umum, empat dokter gigi dan 72 bidan telah resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bulukumba.
Kepastian itu ada setelah Pemkab Bulukumba melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyerahkan Surat Keputusan (SK) CPNS kepada 77 orang tersebut di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (6/6). Penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali kepada drg Intan Baiduri, dokter gigi di Puskesmas Salassae dan Sugriani, bidan Desa Batukaropa.
Kepala BKPSDM, Andi Ade Ariady mengatakan, penyerahan SK tersebut setelah 77 PTT melalui beberapa proses tes dengan metode Computer Assisted (CAT) di Makassar Juli 2016 yang lalu dan pengumuman kelulusannya pada Februari 2017.
“Setelah melalui proses pemberkasan dan penetapan NIP dari pusat, maka SK-nya pun kita terbitkan dan serahkan pada hari ini. Bulukumba adalah urutan ketiga di Sulawesi Selatan yang telah menerbitkan SK CPNS bagi pegawai PTT, setelah Kabupaten Bantaeng dan Wajo,” kata Ade Ariady dalam pengantarnya.
AM Sukri A Sappewali dalam sambutannya, menegaskan bahwa dengan diterimanya SK tersebut, tidak boleh ada penurunan kinerja. Justru setelah menjadi CPNS, para dokter dan bidan tersebut semakin meningkatkan dan memperlihatkan kinerjanya.
Menurutnya, para CPNS telah melalui berbagai pengorbanan. Termasuk ditempatkan di wilayah terpencil. Dirinya pun mewarning para CPNS ini untuk tidak berupaya pindah lokasi.
“Saya meminta, jangan coba-coba ada yang mengurus untuk pindah ke kota. Justru kita mengharapkan para bidan untuk meningkatkan pelayanan. Utamanya untuk mengurangi tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan,” kata Bupati. (rls)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top