Bisnis

Lebaran, Garuda Indonesia Tambah Kursi

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala Mansury

MAKASSAR, BKM– Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan melakukan penambahan kursi kurang lebih 49 ribu sampai 50 ribu kursi penerbangan ekstra. Langkah ini dalam upaya mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri tahun 2017.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Pahala Mansury dalam acara Safari Ramadan PT. Garuda Indonesia di Hotel Novotel pada Rabu (7/6) malam.
Pahala mengatakan, jika tahun ini pihaknya menambah kursi penerbangan ekstra sampai hampir 50 persen. “Dibanding tahun lalu yang hanya 33 ribu kursi, tahun ini kita tambah hampir 50 persen menjadi kurang lebih 49 ribu sampai 50 ribu kursi,” kata Pahala.

Penambahan armada juga diupayakan oleh pihak Garuda Indonesia sendiri. Hal ini terkait pemesanan pesawat ATR yang dilakukan Garuda Indonesia. Selain itu, penambahan airbus juga diupayakan untuk Citilink, anak perusahaan PT. Garuda Indonesia. “Semua masih dalam proses pembahasan,” jelas Pahala.

Vice President Regional Kalimantan, Sulwesi dan Papua menambahkan jika penambahan frequensi penerbangan telah dilakukan sejak 2 Juni lalu. Penerbangan tujuan Jakarta -Makassar yang sebelumnya 11 kali, kini ditambah menjadi 12 kali. “Sudah ada penambahan frequensi, pesawat yang standby di Makassar saja ada sembilan unit,” kata Sentot.
Dalam kesempatan ini, Pahala juga sedikit menjelaskan tentang kerugian Garuda Indonesia yang terjadi pada triwulan pertama tahun ini. Baginya sudah menjadi hal wajar jika pada triwulan pertama menjadi triwulan dengan pemasukan lebih rendah dibanding triwulan lainnya.

Pahala juga berharap pada bulan Juni ini bisa lebih baik. “Dilihat dari frofitabilitas kita, ini akan lebih baik dibanding triwulan yang pertama. Kita pun senantiasa akan memperbaiki rute, network, coast, sehingga tentunya ini akan memperbaiki kinerja keuangan kita,” jelas Pahala.(nug)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top