Berita

Warga Tiga Kecamatan di Pangkep Masih Bingung soal Pembebasan Lahan KA

Sosialisasi tentang pembayaran ganti rugi lahan untuk rel kereta api yang diikuti warga dari tiga kecamatan di Pangkep, Kamis (15/6).

PANGKEP, BKM– Ratusan warga dari Kecamatan Bungoro, Pangkajene dan Minasa Te’ne, Pangkep dikumpul menghadiri rapat konsultasi publik untuk pengadaan lahan jalur kereta api tahap III jalur Makassar-Parepare di wilayah Kabupaten Pangkep, Kamis (15/6).

Selain warga, acara ini juga dihadiri Tim Pemprov Sulsel, Pemkab Pangkep dan Tim Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Asisten Pemerintahan Pemkab Pangkep H Ahmar, mewakili bupati memberikan apresiasi kepada warga yang hadir dalam pertemuan dengan Balai Perkeretaapian.

“Rapat konsultasi ini akan meminta kesediaan warga untuk menyerahkan lahannya dalam pembangunan jalur kereta api,” kata Ahmar.

Panjang jalur KA di Pangkep, kata Ahmar yakni 40,5 km dengan luas lahan 202, 5 hektar.

Perwakilan Pihak Perkeretaapian, Ahmad, menyatakan lebar rel yang akan dibangun di Sulawesi sekitar 1,4 meter. “Kalau di Jawa itu lebarnya hanya 1 meter. Gerbong KA yang akan hadir di Sulawesi bisa memuat beban lebih berat dan memiliki kecepatan lebih tinggi, ” ungkap Ahmad

Beberapa warga yang hadir mengaku masih merasa kabur dengan jalur KA karena kurang sosialisasi dari pemerintah setempat.

H Armin warga Kelurahan Pabbundukang setuju dengan pembangunan jalur KA. Tetapi dia menyayangkan kurangnya sosialisasi dari pihak Kelurahan. Lain halnya alasan H Ramli warga Soreang. Ia meminta pembangunan jalur KA ini untuk menghindari rumahnya yang berdekatan dengan masjid.

Tim Penilai Pembebasan Lahan KA, Aswan, menjelaskan bahwa sebelum pembayaran ganti rugi akan ada penilaian terhadap nilai kelayakan lahan. “Pokoknya pembayaran ganti rugi ini tidak akan merugikan warga karena semua kita akan nilai secara ekonomi. Pembayaran setelah ada persetujuan akan langsung dibayarkan melalui transfer ke rekening pemilik lahan, ” tandas Aswan. (udi)

loading...
Comments

Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top