Berita

370 Guru SMP di Gowa Ikuti Bimtek Selama 40 Jam

Pembukaan bimtek K13 di SMPN 4 Sungguminasa, Gowa, Sabtu (17/6)

GOWA, BKM — Sebanyak 370 guru dari 37 SMP sederajat di Kabupaten Gowa mengikuti bimbingan teknis pelaksana K13 (kurikulum 13) yang dibuka resmi Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LMP) Sulsel, Abd Halim Muharram di SMPN 4 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sabtu (17/6) pagi.

Bimtek yang akan berlangsung hingga 22 Juni ke depan ini dibagi tiga kelompok peserta yang disebar kepada tiga sekolah pelaksana yakni SMPN 4 Sungguminasa, SMPN 2 Bontomarannu dan SMPN Muhammadiyah Limbung.

Ketua panitia pelaksana, Zubair yang juga Kepala SMPN 4 Sungguminasa menjelaskan kegiatan bimtek ini digelar untuk memberikan bekal kepada para guru dalam mengimplementasikan kurikulum 13 ini sehingga terlaksana dengan baik di Gowa. Dikatakan Zubair, Bimtek ini merumuskan 10 mata pelajaran dan para peserta akan menjalani proses pembinaan selama 40 jam.

Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam mengatakan, selama 40 jam ke depan para peserta bimtek akan mendalami kebijakan kurikulum 13. ” Kita berharap bimtek ini dapat dijalani dan hasilnya dapat diimplementasikan sebaik mungkin,” kata kadis.

Sementara itu, Ketua LMP Sulsel, Halim Muharram dalam sambutannya membuka bimtek tersebut mengatakan yang harus dilakukan guru itu adalah harus kreatif dan inovatif. ” Bagaimana sentuhannya guru itu sehingga dapat mengenal karakter anak dan lingkungan sekolah sehingga melahirkan imajinasi anak-anak untuk mampu berpikir dan mampu berbuat,” kata Halim.

Ia mengatakan, kurikulum ini sasarannya adalah anak didik sedang guru hanya sebagai pengantar. “Jadi anak-anak itu diajak untuk membaca, membandingkan dan mengamati. Metode mengajar yang baik adalah kesan. Sesuatu yang berkesan akan mudah diingat selalu. Makanya lewat metode kesan itu, maka anak-anak tidak akan lupa pelajaran itu. Karena itu guru dituntut untuk melakukan inovasi dalam mengajar misalnya mengajak ke luar ruangan kelas agar anak-anak paham tentang apa yang tengah dipelajarinya. ¬†Kalau guru tidak mau berubah maka bagaimana kualitas pendidikan bisa diwujudkan ,” terang Halim. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top