Berita

Muhammadiyah Sulsel Dorong Kerukunan Hidup Berbangsa

MAKASSAR, BKM. Co. Id–Sulaturahim Idulfitri PW Muhammadiyah Sulsel digelar Sabtu, 1 Juli 2017 di halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel Makassar.

Dalam sambutannya, Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof. Ambo Asse menegaskan makna substansial dari Surah Alhujurat Ayat 10 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”. Ayat inilah yang berusaha diimplementasikan pada pelaksanaan Syawalan hari ini. Ia berharap, ayat ini juga diimplementasikan dalam hidup bermasyarakat.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menjelaskan, Surah Alhujurat tersebut berpesan, dalam kehidupan tidak boleh ada saling berprasangka buruk, saling curiga, mencari-cari kesalahan, juga menggunjing.

“Jika ini dipahami, dihayati, dan diamalkan, akan tercipta kedamaian, kerukunan. Rukun dengan umat Islam yang lain, juga seluruh warga bangsa, ” jelas Ambo Asse.

Ia juga mengemukakan hal- hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kedamaian dan kerukunan. Lima ajaran Islam tersebut, pertama, taaruf, saling mengenal. Kedua, tafahum saling memahami yaitu upaya untuk memahami kekuatan dan kelemahan orang sehingga tercipta kedamaian. Ketiga, taawun, Islam mengajarkan antar manusia saling memberi pertolongan, yg kuat harus menolng yang lemah.

Konsep selanjutnya adalah tasamuh, toleransi. Ambo Asse menjelaskan konsep ini mengajarkan perberbedaan keyakinan itu harus dipahami. Terlebih ada ajaran Quran “Bagiku agamaku, bagimu agamamu.”

“Kalau agama lain menyalah-nyalahkan agama kita, biarlah, karena itu ajaran agamanya. Ini supaya kita tidak usah saling bentrok. Inilah maksud lakuum diinukum walyadiin itu,” tegasnya.

Menanggapi ajaran toleransi yang dipesankan Ambo Asse, pembawa hikmah Syawalan, Prof. Yunahar Ilyas, mengingatkan, toleransi harus dijalankan dengan cara yang benar.

“Video itu bagus niatnya, tapi salah caranya. Kontennya bukannya meneduhkan, mengampanyekan toleransi, malah menyinggung banyak pihak,” sesal Wakil Ketua MUI ini.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur, Abdul Haris, berharap Muhammadiyah istikamah dalam gerakan amar maruf nahi munkar untuk mencapai Indonesia Berkemajuan.

Tamu undangan dari unsur Muspida yang hadir dalam acara ini di antaranya, Asisten I Pemprov mewakili Gubernur Sulsel, Wakapolda Sulsel, Kasdam mewakili Panglima Kodam XIV Hasanuddin, serta Wakil Walikota Makassar.

Toleransi harus adil. Jangan disakiti teriak, menyakiti biar saja. Mari mengampanyekan toleransi tapi dengan cara yang benar. “Banyak cerita-cerita inspiratif, baik yang dibuat oleh nonmuslim maupun muslim. (rilis)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top