Sulselbar

Di Depan Bupati dan Wabup, Warga Protes Tambang Ilegal

BUPATI Bulukumba, AM Sukri Sappewali berada di tengah-tengah massa yang berdemo memprotes tambang ilegal.

BULUKUMBA, BKM — Hari pertama kantor pemerintahan buka, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasinya. Puluhan masyarakat Desa Manjalling, Kecamatan Ujungloe mendatangi kantor bupati Bulukumba yang memprotes kehadiran tambang ilegal yang beroperasi di wilayahnya.
Mereka mendesak Pemkab Bulukumba agar segera menghentikan dan menutup lokasi tambang ilegal yang ada di Dusun Kailie, sebagaimana ditulis di pernyataan sikapnya yang ditandatangani oleh koordinator aksi Drs Husain.
Warga beralasan, penambangan ilegal tersebut telah mengakibatkan tanah di sepanjang sungai mulai mengalami abrasi. Bahkan tanaman kelapa milik warga dan lahan pekuburan umum juga ikut tergerus. Jika tuntutannya tidak diindahkan, warga mengancam akan memboikot jalan menuju lokasi tambang.
Saat menemui warga yang berdemo, AM Sukri Sappewali yang didampingi Tomy Satria Yulianto dan Kadis Lingkungan Hidup Andi Misbah Wawo, berjanji akan menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan membentuk satuan tugas (Satgas) Penataan Tambang bersama dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Kita sudah melakukan langkah preventif dan persuasif. Juga sudah menyampaikan laporan kepada kepolisian, namun ternyata belum berhenti. Jadi saatnya dilakukan langkah penindakan kepada penambang ilegal itu” pinta AM Sukri .
Tomy Satria menyampaikan permohonan maaf apabila pemkab dinilai lamban menangani persoalan tambang ilegal tersebut. Dalam menyelesaikan masalah ini, lanjut Tomy, dibutuhkan mekanisme cukup panjang karena pertambangan sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Meski ini sudah kewenangan provinsi, bukan berarti pemda juga berlepas tangan, sehingga kami akan tetap melakukan upaya hukum atas penambang ilegal itu” kata Tomy Satria. (rls)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top