Sulselbar

11 Juli, BPKP Mulai Hitung Kerugian Proyek Rabat Beton Matano

 

LUTIM, BKM — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diagendakan turun melakukan perhitungan kerugian pada proyek rabat beton di dusun Matano, desa Matano, kabupaten Luwu Timur.

Rencananya, perhituangan keruginan negara proyek yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 senilai Rp1,9 milyar oleh BPKP mulai dilakukan pada tanggal 11 Juli 2017 atau Minggu depan.

Kapolres Luwu Timur, ABKP Parojahan Simanjuntak yang dikonfirmasi membenarkan agenda BPKP tersebut. Menurutnya, tanggal 11 Juli mendatang adalah hari pertama BPKP mulai melakukan perhituangan kerugian negara.

“Mudah – mudahan tidak ada aral yang melintang maka BPKP mulai melakukan perhitungan kerugian negara proyek rabat beton tersebut pada tanggal 11 Juli mendatang,” ungkap perwira dua melati ini, Rabu (5/7).

Parojahan menambahkan, perhitungan kerugian negara oleh BPKP atas hasil dari pemeriksaan ahli Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). “Jadi ada indikasi ketidaksesuain spesifikasi sehingga tidak layak untuk dibayarkan senilai Rp1,5 milyar,” ungkapnya.

Setelah perhitungan kerugian negara oleh BPKP, kata Parojahan, maka pihak penyidik akan langsung melakukan gelar perkara di Polda Sulawesi Selatan. “Gelarnya tergantung kapan BPKP selesai melakukan perhitungan dan merilis hasil hitungannya itu,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi proyek rabat beton Matano ini dikerjakan oleh CV Cakra dengan menghabiskan APBD tahun 2016 senilai Rp1,9 Milyar. Akibatnya, Kepala Dinas (Kadis) Tarkim, Zainuddin dan beberapa pihak terkait lainnya sudah diperiksa dan status kasus ini sudah naik ketahap penyidikan.
(alpian alwi)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top