Gojentakmapan

Kadis Pertanian Gowa Akhirnya Ditahan

PENYIDIK Polres Gowa menyerahkan berkas dan tersangka Kadis Pertanian, H Zulkarnain (pakai songkok) ke Kejari Gowa sebelum akhirnya ditahan, Kamis (6/7)

GOWA, BKM — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa resmi menahan Kepala Dinas Pertanian, H Zulkarnain, Kamis (6/7). Penahanan itu dilakukan Kejaksaan setelah berkas tersangka kadis P21 dari Polres Gowa.
Zulkarnain dijebloskan ke balik jeruji besi karena diduga terlibat dalam korupsi uang negara berkisar Rp3,4 miliar melalui bantuan sosial (bansos) kedelai tahun 2015 lalu.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Sungguminasa, Arif Suhartono mengatakan, penahanan Zulkarnain dilakukan sekitar pukul 16.00 Wita. Tersangka dititip di Lapas kelas IA Makassar.
“Setelah dilakukan penelitian, tersangka kami tahan di Lapas Makassar. Berkas secepatnya kami serahkan ke pengadilan,” kata Arif.
Menurut Arif, penahanan tersangka yang dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Pencegahan Tindak Pidana Korupsi tersebut karena alasan obyektif dan subyektif.Secara obyektif, kata dia, ancaman hukuman Zulkarnain di atas 5 tahun. Sementara secara subyektif ada kekhawatiran dari JPU, yang bersangkutan melarikan diri.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, berkas kasus Zulkarnain dilimpahkan dari polres ke kejari Sungguminasa setelah berkas sudah lengkap atau dinyatakan P21.

”Berkas telah dilimpahkan dan penyidik yang menangani kasus tersebut langsung mengawal dan menyerahkan tersangka ke Kejari Gowa,” kata AKP Mangatas Tambunan.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan sejumlah kelompok tani kedelai ke DPRD Gowa. Mereka mengadukan dana bantuan dipotong hingga Rp16,7 juta per kelompok. Seharusnya kelompok tani menerima Rp19,7 juta. Namun ternyata dalam penyalurannya mereka hanya menerima Rp3 juta sampai Rp5 juta.
Dana itu digunakan membeli sejumlah kebutuhan pertanian, seperti benih kedelai 500 kg, pupuk NPK 1.000 kg, pupuk SP 36 sebanyak 500 kg, pupuk organik 20 paket, pupuk rizhobium 20 paket, pestisida 50 liter serta operasional pertemuan kelompok. Namun pada kenyataannya, kebutuhan yang seharusnya didapatkan petani itu tidak sesuai yang ada dalam juknisnya. Semua jumlahnya berkurang dari yang seharusnya.
Program bansos kedelai ini merupakan upaya percepatan optimalisasi perluasan areal tanam kedelai melalui peningkatan indeks pertanaman (PAT-PIP Kedelai) tahun 2015. Total dana yag diterima untuk Kabupaten Gowa dari APBN sebesar Rp4 miliar untuk 200 lebih kelompok tani. (*)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top