Sulselbar

Desa Wisata Tonjolkan Kearifan Lokal

 

MAKASSAR, BKM — Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata yang cukup banyak. Namun sejauh ini belum dikelola secara maksimal sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Untuk menjual sebuah destinasi wisata, dibutuhkan kreatifitas dalam mengemas program jualan. Tanpa itu, wisatawan pasti tidak akan tertarik.

Hal itu dikemukakan akademisi yang merupakan dosen kepariwisataan sejarah dan kebudayaan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Andi Ima Kesuma, MPd pada Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata Berbasis Lingkungan belum lama ini.

Menurutnya, di luar negeri, seperti Jepang misalnya, para pelaku industri pariwisata mampu mengelola sebuah kawasan pertanian sederhana menjadi destinasi yang untuk ke sana, orang harus antre berbulan-bulan.

“Di kawasan itu, wisatawan bisa merasakan jadi petani tradisional yang membajak sawah. Di sanakan, itu sudah langka. Mereka rela antre untuk merasakan hal itu, ” ungkap Andi Ima.

Sebenarnya, lanjut dia, di Sulawesi Selatan, banyak lokasi pariwisata yang
bisa dikembangkan dengan mengedepankan kearifan lokal. Namun belum bisa dikelola secara maksimal.

Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Pariwisata Sulsel, Andi Fatima mengemukakan sebenarnya pemerintah pusat pernah menggagas dan melaksanakan program desa wisata pada saat SBY menjabat sebagai presiden. Namun sayang, program tersebut berakhir pada 2014. (Rahma) lengkapnya baca di cetak.

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top