Gojentakmapan

Empat Jenazah Korban ‘Jolloro’ Maut Ditemukan. Jumlah Korban Tewas Sembilan Orang

Tim Gabungan Basarnas saat menemukan mayat terapung yang merupakan korban tewas dari Jolloro yang tenggelam empat hari lalu di Perairan Pulau Salebbo -Samatellu

PANGKEP, BKM — Upaya pencarian empat korban hilang dari peristiwa tenggelamnya perahu Jolloro Rabu lalu, membuahkan hasil. Tim Basarnas bersama Tim SAR gabungan lainnya sekitar pukul 8.45 Wita, Sabtu (8/7) menemukan empat jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Pulau Samatellu.

Ke empat korban tewas itu, Hamka , ABD Rahman, Muliansar dan Haikal. Jasad korban sudah dievakuasi ke RSUD Pangkep untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel.

Kondisi mayat saat ditemukan sudah membengkak dan sulit dikenali wajahnya. Tim Basarnas baru bisa sampai ke Dermaga Maccini Baji di Kecamatan Labakkang sekitar pukul 09.30 Wita. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Pangkep. Mayat Rahman, Haikal dan Muliansar ditemukan Tim Gabungan Basarnas dengan Tim SAR lainnya dalam keadaan terapung di sekitar perairan Pulau Pala. Sedangkan jenazah Hamka ditemukan di perairan Pulau Samatellu.

Penemuan ke empat jenazah yang sempat hilang selama empat hari ini, menambah jumlah korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya Jolloro tersebut menjadi sembilan orang. Sebelumnya lima korban tewas yang lebih awal ditemukan dan sudah dikuburkan Kamis lalu,yakni Hj Ramlah, Mulianti, Hasmawati, Nur Fausiah, dan Hj Rahmawati.

Dari jumlah korban tewas terbanyak dialami keluarga Ruskiman, karena selain istrinya Hasmawati, dua anaknya yakni Nur Fausiah dan Haikal serta kerabat dekatnya Hj Rahmawati ikut menjadi menjadi korban tenggelam. Kemudian menyusul keluarga Amirullah yang beralamat di Jalan Flamboyan di Pangkajene. Dalam peristiwa ini Amirullah kehilangan tiga anggota keluarganya yaitu Hj Ramlah (Istri), Mulianti (anak) dan Muliansar (anak).

Sementara dua jenazah lainnya ABD Rahman dan Herman keduanya berasal dari Desa Parenreng Kecamatan Segeri dan satu desa asal dengan ke empat korban tewas dari keluarga Ruskiman. Almarhum Rahman sebenarnya bersama-sama dengan istrinya Yulsanti ke Pulau Salebbo menghadiri pernikahan Kepala desa Mattirowalie. Namun saat berlayar kembali ke Dermaga Maccini Baji, Jolloro yang ditumpamgi terbalik akibat tak mampu menghadapi ombak besar dan pusaran arus laut. Beruntung istrinya yang sedang hamil delapan bulan selamat dari peristiwa maut itu.

Kakansar Makassar, Amiruddin yang dihubungi Sabtu membenarkan adanya penemuan ke empat mayat yang merupakan korban dari Jolloro tenggelam empat hari lalu. “Jenazah sudah kita evakuasi ke RSUD dan selanjutnya diserahkan ke Tim DVI Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi,” kata Amiruddin. (udi)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top