Metro

Proyek MRR Terhambat Pembebasan Lahan

Proyek middle ring road yang dikerjakan beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, BKM — Pembangunan Middle Ring Road (MRR) masih terkatung-katung karena persoalan pembebasan lahan.
Kontraktor mengeluhkan adanya masyarakat atas nama H Rasyid yang mengklaim tanah di daerah pengerjaan abutment dan pier jembatan Tello II arah Jalan DR Leimena.
Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Budiamin, mengatakan, pihaknya sementara melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Kita masih lakukan mediasi. Kita usahakan secepatnya bisa selesai. Sehingga jembatan ini rampung sebelum pergantian tahun. Kalau pengerjaan jalan sampai Jl DR Leimena mungkin belum selesai,” katanya, Senin (10/7).
Selain adanya klaim dari warga untuk pembangunan sekitar jembatan, saat ini, untuk ruas jalan mulai dari Sungai Tello sampai Jl DR Leimena masih ada 28 bidang lahan atau seluas 3259 meter persegi yang belum dibebaskan.
PPK Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Makassar, Malik, menjelaskan, lahan-lahan yang belum dibebaskan ini tersebar di beberapa titik. Kendala utamanya adalah peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Kalau nama-nama pemilik lahannya sudah ada, tinggal menunggu peta bidangnya untuk mengetahui luasan tanah. Kalau masalah anggaran sudah kita siapkan,” jelasnya.
Pihaknya sudah beberapa kali bersurat dan melakukan pertemuan dengan pihak BPN, termasuk pemilik lahan. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan kapan peta bidang tersebut akan dikeluarkan.
Terkait pengerjaan jembatan Sungai Tello II, Malik, menambahkan, saat ini seluruh material sudah ada di lokasi proyek. Hanya saja, pengerjaan terpaksa dihentikan karena adanya warga yang mengklaim lahan.
“Sebenarnya sudah dilakukan pengeboran 10 titik untuk borepile. Totalnya yang akan kita pasang sebanyak 46 titik, sama dengan sisi yang mengarah ke Jl Perintis Kemerdekaan yang sudah selesai,” tambahnya.(rahma) lengkapnya baca di cetak.

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top