Sulselbar

Akses Terputus, 50 Siswa di Lutra Belajar di Kolong Rumah

 

MASAMBA, BKM — Sebanyak 50 orang siswa dan siswi menjalani proses belajar di bawah kolong dan teras rumah warga di Dusun Salupaku, Desa Tandung, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Selasa (11/7).

Puluhan siswa yang berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 237 Salupaku tersebut diketahui sudah enam bulan lamanya melakukan aktifitas belajar dikolong dan teras rumah warga tersebut.

Aktifitas belajar mengajar di kolong rumah dan teras warga ini disebabkan karena akses jalan (jembatan gantung) menuju sekolah terputus akibat banjir bandang yang melanda dusun Salupaku, Sabtu (21/1/17) lalu.

Kepala SD Negeri 237 Salupaku, Bambang yang ditemui awak media, Selasa (11/7) mengaku hingga saat ini gedung sekolah belum dapat digunakan pasca terputusnya jembatang gantung akibat bencana banjir bandang.

“Sampai saat ini jembatan gantung yang terputus akibat bencana banjir itu belum juga diperbaiki jadi kami belum bisa belajar di gedung sekolah,” ungkap Bambang.

Didusun Salupaku, kata Bambang, sedikitnya ada tiga rumah warga yang rela dijadikan kolong dan terasnya rumahnya digunakan sebagai tempat belajar untuk sementara hingga akses jalan sudah dapat dilalui.

“Proses belajar dan mengajar dilakukan dengan kondisi seadanya saja. Kondisi ini juga sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik). Kelas darurat akan terus diadakan sampai jembatan gantung yang putus kembali dibangun,” ungkapnya.

Bambang berharap, pemerintah dapat kembali membangun jembatan gantung didusun Salupaku. Soalnya, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju SDN 237 Salupaku dari perkampungan warga setempat.(alpian alwi)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top