Sulselbar

KNPI Desak Kejari Segera Eksekusi Idris

 

BARRU, BKM — Pengurus KNPI Barru versi Yasir mendesak Kejari Barru untuk segera melakukan langkah eksekusi kepada bupati Non aktif, Andi Idris Syukur. Bahkan pengurus yang dipimpin Kaharuddin bersama pengurus lainnya meminta waktu 14 hari kepada pimpinan Kejari Barru untuk menindaklanjuti proses eksekusi.

Ketua KNPI Barru Kaharuddin, Kamis(13/7) bersama pengurus lainnya menyatakan jika pihak Kejaksaan tidak melakukan eksekusi dalam waktu 14 hari. “Maka kami dari KNPI akan melakukan upaya lain. Diantaranya melayangkan surat kepada Pengadilan Tipikor Makassar untuk segera mengirimkan salinan putusan kepada Kejaksaan Negeri Barru,” kata Kahar

Apabila salinan putusan ini belum diterima Pengadilan Tipikor, tambah Kahar. Pihak KNPI akan melayangkan surat ke Mahkamah Agung. “Kasus ini kami kawal karena proses eksekusi terkesan diulur-ulur dan sudah lama menjadi alasan bahwa JPU saat ini baru mengantongi petikan putusan bukan salinan putusan,” bebernya.

Kepala Kejaksaan Negeri Barru, Paian Tumanggor yang dihubungi menyatakan pihaknya tidak bisa melakukan upaya eksekusi tanpa memegang salinan putusan. Perkara Andi Idris ini merupakan perkara khusus, sehingga yang menjadi dasar bagi jaksa untuk melakukan eksekusi bukan petikan putusan. Melainkan salinan putusan. “Berbeda seandainya kasus Idris sebagai perkara biasa. Tentu bisa dieksekusi hanya dengan dasar petikan putusan,” pungkas P Tumanggor.

Dijelaskan P Tumanggor jika pihaknya tidak perlu diwarning soal kasus ini. “Hari ini kalau salinan putusan kami terima. Maka tanpa menunggu waktu, eksekusi segera ditindaklanjuti. Jadi sampai sekarang upaya eksekusi tidak dilakukan karena secara yuridis baru petikan putusan yang kita terima ,” tandasnya. (udi)

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top