Sulselbar

Soal Kasus Proyek PK PAM. Djusman: Polda Jangan Melempeng

MAKASSAR, BKM–Direktur Forum Komunikasi Lintas (Fokal) NGO Sulsel, Djusman AR mendesak, penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, untuk segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi 21 item proyek di Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PK PAM).

Jangan hanya gembar gembor di awal saja, namun belakangan kelanjutan penanganan perkara ini tidak jelas. Ada apa ? Polda jangan melempeng. Sampai sekarang kasus ini belum tuntas, bahkan Polda belum juga merilis nama-nama tersangkanya ke publik, tanya Djusman yang juga aktivis Koalisi Masyarakat Antikorupsi (KMAK) Sulsel, Sabtu (15/7) siang.

Sejatinya, kata Djusman, Polda Sulsel saat melakukan penggeladahan telah mengantongi petunjuk kuat akan dugaan terjadinya sebuah tindak pidana. ”Penggeledahan kantor Satker PK PAM dilakukan Kamis 6 April 2017 lalu. Nah, sudah tiga bulan berjalan, kasus ini tidak juga ada kejelasan. Penggeledahan kantor PK PAM diketahui publik luas, dan sudah menjadi kewajiban Polda Sulsel untuk mempublis kelanjutan penanganan perkara itu ke publik. Jangan hanya kencang di awal tapi penyelesaiannya terseok-seok. Jika tidak dipublis, sudah jelas menimbulkan beragam persepsi tentang kinerja penyidik,” tanya Djusman.

Lebih jauh Direktur LP SIBUK Sulsel ini menguraikan, dalam pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang kepolisian, tugas Polri menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan ketertiban kepada masyarakat. Oleh karena itu, maka sudah menjadi tugas penyidik untuk menyeret semua pihak yang terlibat dalam kasus ini ke hadapan hukum tanpa pandang bulu. ”Seret semua yang terlibat tanpa pandang bulu. Para pejabat PK PAM harus diperiksa intensif,” katanya. Aktivis Fokal NGO Sulsel dan KMAK Sulsel, kata Djusman, akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.

”Sejumlah barang bukti sudah disita. Dan saya sangat yakin kalau penyidik sudah mengantongi alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. Yang jadi tanda tanya kenapa kasus ini jadi diam?,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono yang dikonfirmasi BKM belum lama ini, menegaskan penanganan kasus ini masih terus bergulir. Dan penetapakan tersangka akan dilakukan pekan ini.

Diketahui, personil Polda Sulsel menggeledah kantor PK PAM untuk mengusut dugaan korupsi 21 paket pekerjaan pengelolaan air minum senilai Rp 3,7 miliar, tahun 2016. Sejumlah dokumen proyek penting yang tersimpan di dalam CPU telah disita oleh penyidik. Penggeledahan dilakukan setelah polisi menerima laporan akan adanya dugaan proyek fiktif dalam pekerjaan pengelolaan air bersih yang menggunakan pipa jenis PVC.

Beredar kabar kalau proyek yang diusut Polda Sulsel itu adalah paket Penunjukan Langsung (PL) yang diketahui tidak melalui proses lelang. Paket inilah yang diduga dibagi-bagi oleh oknum kepada sejumlah pihak. Bahkan, ada yang menyebutkan kalau paket-paket kecil tersebut diberikan sebagai paket pengamanan untuk meredam riak serta gelombang protes dari pihak-pihak tertentu. (*)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top