Berita

Jaksa Usut Proyek Peninggian Badan Jalan Burau

 

LUTIM, BKM — KEjaksaan Cabang Negeri (Cabjari) Luwu Timur di Wotu saat ini mulai mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek peninggian badan jalan dan proteksi di dusun Ujung Tanah, Desa Lauwo, Kecamatan Burau.

Proyek yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 senilai Rp1,3 milyar diduga tidak dikerjakan sesuai rencana pembuatan bangunan atau bestek sehingga kondisi proyek tersebut ambruk.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Wotu, Adri Eddy Pontoh yang ditemui awak media, Minggu (16/7) kemarin mengatakan, proyek peninggian badan jalan dan proteksi tahun 2016 ini telah dilaporkan oleh masyarakat.

Adri menjelaskan, proyek ini berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Timur dengan anggaran senilai Rp1,3 Milyar berlokasi didusun Ujung Tanah, desa Lauwo, kecamatan Burau.

“Proyek ini masih dalam tahap Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) sehingga pihak – pihak terkait dalam proyek atau kegiatan tersebut akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” kata mantan Plt Kasi Pidsus Kejari Luwu Timur.

Soal dugaan korupsi proyek peninggian badan jalan dan proteksi, tambah Adri E Pontoh, pihaknya juga sudah mengeluarkan Surat Perintah (Sprint) dalam rangka untuk melakukan penyelidikan tertanggal 10 Juli 2017 lalu.

“Sesuai Sprint yang telah dikeluarkan, Senin 10 Juli lalu pihak – pihak terkait akan kita mintai keterangan, Senin (17/7) hari ini soal adanya temuan pada proyek peninggian badan jalan dan proteksi yang ada didusun Ujung Tanah,” ungkap Adri.

Sementara itu, kontraktor pelaksana, Very yang dikonfirmasi awak media melalui via telepon, Minggu (16/7) kemari tidak berhasil. Nomor handphonenya sudah tidak dapat dihubungi. (alpian alwi)

 

loading...
Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top