Gojentakmapan

MIRIS…Warga Pulau Terpencil Pangkep Meninggal di Bima

Kondisi Basran Warga Pulau Terpencil Pangkep saat dirawat di Puskesmas Wera Kabupaten Bima Provinsi NTB

PANGKEP, BKM– Kisah miris dan memilukan dialami salah satu keluarga dari pulau terpencil di wilayah Kepulauan terjauh di Kabupaten Pangkep. Salah seorang keluarga dari warga Pulau Matalaang, Desa Sabalana Kecamatan Liukang Tangngaya bernama Basran (19) meninggal dunia, sekitar pukul 01.05 Wita Jum’at (4/8) di Puskesmas Wera di Kabupaten Bima Provinsi NTB.

Memiriskan karena saat didera sakit, Basran diangkut menyeberangi lautan ganas memakai perahu katinting seadanya. Perahu dengan panjang hanya lima meter, menggunakan mesin kecil, tanpa lampu dan tidak beratap. Ketika itu Rabu, keluarga membawa Basran yang sudah dalam kondisi lemas dan menempuh waktu perjalanan selama 15 jam. Keluarga lebih memilih ke puskesmas Wera di Kabupaten Bima dibanding ke Pangkep yang harus ditempuh 20 jam.

Rasa pilu keluarga ini semakin berlipat karena harus kehilangan Basran. Ayah kandung korban juga terpaksa dirawat di Puskesmas itu, akibat kelelahan menyetir perahu katinting. Derita keluarga kurang mampu ini, tidak berhenti sampai disitu. Selain mengalami keterbatasan biaya, juga sama sekali tidak memiliki kartu KIS, BPJS dan kartu kesehatan lainnya. Hanya ada selembar KTP yang bisa ditunjukkan untuk berobat dengan melintas provinsi itu.

Salah seorang dokter yang mendiagnosa korban di Puskesmas Wera, dr Vetty Rahmawati Rusdi, bahwa Basran mengalami demam tinggi dan infeksi komplikasi. Akibatnya tingkat kesadarannya sangat menurun, hingga tidak bertahan hidup dan menghembuskan nafas terakhirnya.
“Beruntung derita keluarga Basran menggugah rasa empati warga Wera, sehingga banyak yang mengulurkan bantuan,” kata dr Vetty.

Dijelaskan dr Vetty, jika dirinya sempat menawarkan ke pihak keluarga, sebelum Basran menghembuskan nafas terakhirnya, agar dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah di Kota Bima. “Hanya saja pihak keluarga ketika itu, bersikap pasrah karena tidak punya lagi biaya pengobatan,” jelasnya. (udi)

loading...
Comments

Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top