Gojentakmapan

119 Ribu Warga Gowa Akan Diintegrasi Kembali ke BPJS Kesehatan

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menerima kunjungan Deputy BPJS Sulselbartra dan Maluku.

GOWA, BKM — Sebanyak 119 ribu warga pra sejahtera di Kabupaten Gowa yang pernah menjadi peserta BPJS Kesehatan yang ditangani Pemkab Gowa, dalam waktu dekat akan diintegrasi kembali menjadi peserta BPJS kesehatan yang disubsidi pemerintah.

Hal itu dikatakan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan merujuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan Pemkab Gowa beberapa waktu lalu. Bupati menyatakan kesiapannya melakukan intrgrasi kembali 119 ribu warga Gowa tersebut.

Hal itu disampaikan Adnan saat menerima kunjungan Deputy Direksi Wilayah Sulsel Sulbar Sultra dan Maluku BPJS Kesehatan, dr I Made Puja Yasa AAK bersama jajarannya, Senin (7/8/2017) di ruang rapat pimpinan kantor Pemkab Gowa.

Kunjungan tersebut menurut Puja dalam rangka mengajak kembali Pemkab Gowa untuk mendaftarkan 119 ribu warga yang sempat keluar dari kepesertaan integrasi BPJS Kesehatan.

“Kami mengapresiasi respon Pak Bupati Gowa karena beliau mau mematuhi apa yang diamanahkan oleh MK,” jelas Puja.

Menurut Puja keinginan Bupati Gowa untuk melakukan integrasi kembali sangat diresponnya. “Bahkan kalau memungkinkan kita ajak Pemkab Gowa langsung di tahun 2017 ini. Tapi itu tergantung  Pemkab khususnya dengan mempertimbangkan alokasi anggaran,” jelas Puja.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan pihaknya tetap akan menindaklanjuti hal itu.

“Tentu saya menindaklanjuti apa yang menjadi putusan MK dan saya sudah melakukan perjuangan itu namun MK  menolak gugatan kami. Intinya saya sebagai warga negara akan patuh atas putusan MK itu dan kami siap lakukan integrasi kembali kepada BPJS kesehatan,” kata Adnan.

Hanya saja kata Adnan, untuk dimasukkan tahun 2017 ini seperti permintaan pihak BPJS, Pemkab belum lakukan disebabkan anggaran sudah berjalan.

“Kalau integrasinya tahun ini, yah saya tidak bisa pastikan karena kita persiapkan nanti Januari 2018 pada anggaran pokok. Sekarang anggaran sudah jalan apalagi APBD Perubahan akan kita sorong pada awal September 2017,” kata Adnan.

Namun terkait rencana integrasi kembali itu, Adnan meminta harus dilakukan verifikasi serta validasi terhadap 119 ribu warga Gowa tersebut.

“119 ribu warga ini kita akan evaluasi kembali, baru kita masukkan lagi ke integrasi BPJS kesehatan. Kita akan bikin verifikasi ulang terhadap kepersertaan 119 ribu itu. Karena harus dicek apakah dari 119 ribu itu semuanya masih layak masuk kepesertaan integrasi atau tidak. Karena sudah banyak juga diantara mereka yang mendaftar BPJD Mandiri,” jelas Bupati.

Kepada Kadis Kesehatan, Direktur RSUD Syekh Yusuf, Kadis Sosial serta Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah yang hadir dalam audiens Deputi BPJS itu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengalihan ini dengan harapan masyarakat menjadi paham.

“Syarat untuk mendapatkan kartu BPJS Kesehatan ini kembali, perlu disosialisasikan dulu karena selama ini masih banyak warga yang pakai KK dan KTP saat mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Jadi kita betul-betul melakukan persiapan kembali dan melakukan sortir dulu mana yang selayaknya sudah harus keluar dari integrasi itu dan mana selayaknya yang bisa menggantikan yang keluar,” cetusnya.

Berdasarkan data pihak BPJS, diketahui jika hingga kini sudah sebanyak 361 ribu dari 747 ribu jumlah penduduk Gowa yang terdaftar di BPJS Kesehatan. “Kurang lebih 65 persen dari total penduduk Gowa,” kata Puja sebelum meninggalkan kantor bupati. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top