Metro

Pengusaha Pasar Malam: Saya Diminta Setor Rp18 Juta Per Bulan

ilustrasi

MAKASSAR, BKM — Pengusaha pasar malam yang berada di Jl Perintis Kemerdekaan depan Makassar Town Square (MTos) mengaku dimintai jatah atau upeti oleh oknum staf kantor kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Nilainya fantastis, oknum meminta Rp600 ribu per malam. Jika dalam sebulan mencapai Rp18 juta per bulan.

“Iya ada oknum staf kecamatan Tamalanrea yang minta jatah Rp600 ribu per malam. Kalau satu bulannya Rp18 juta. Saya tolak, saya tidak sanggup. Ada apa juga saya harus setor sebanyak itu?,” kata Ammang pengusaha pasar malam depan MTOS kepada BKM siang tadi.

“Kalau mau minta jatah yang wajar wajar saja. Kalau Rp600 ribu per malam, atau Rp18 juta per bulan, sama saja diaji yang di carikkan uang. Sementara omzet kami per malam hanya Rp800an ribu ji per malam,” kata Ammang.

“Kasus ini akan kami laporkan ke Pak Wali, oknum staf pemerintah kecamatan seperti ini harus dibersihkan,” kesal Ammang.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Makassar, Andi Mappanyukki, S.STP MSi yang dikonfrimasi terkait hal tersebut menilai, sangat tidak benar seorang staf kantor kecamatan yang meminta upeti kepada masyarakat.

“Itu sangat tidak dibenarkan, melanggar. Apalagi dia adalah seorang pegawai. Kalau memang itu benar, silahkan warga yang keberatan melapor ke Inspektorat dan menembuskan surat aduan itu ke bagian pemerintahan,” kata Andi Mappanyukki.

“Silahkan warga menyurat ke inspektorat. Bikin aduan tertulis, kalau terbukti pasti ada sanksi tegas bagi oknum yang melakukan pelanggaran,” tegasnya. (drw)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top