Politik

Dapat Dukungan Partai, NA Lepaskan TBL ?

Nurdin Abdullah

MAKASSAR, BKM — Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, kian percaya diri untuk maju sebagai bakal calon gubernur Sulsel 2018 mendatang.

Setelah mendapat dukungan dari PDIP dan PKS, Nurdin Abdullah yang memakai tagline “pak prof” berjanji akan melakukan deklarasi pada bulan ini.

Namun, dengan adanya dukungan partai tersebut, Nurdin Abdullah kembali mempertimbangkan siapa yang menjadi wakilnya nanti. Dirinya menyerahkan sepenuhnya pemilihan pasangan atau calon wakilnya pada partai politik (parpol) pengusung.

“Partai kan lihat elektabilitas, jadi memang Pak Tanri (Tanribali Lamo) masih harus kerja keras, karena untuk apa mereka dukung kalau kami kalah, itu permintaan mereka. Jadi sekarang posisi saya adalah sendiri,” paparnya.

Saat ditanya kemungkinan bercerai dengan Tanribali Lamo (TBL) yang selama ini menjadi paketnya, Nurdin hanya mengatakan pihaknya akan mengikuti kemauan partai pengusung.

“Sekarang terbuka peluang, semua bisa jadi wakil. Saya nggak pernah survei, yang survei ini partai. Biarlah partai yang survei.” kata Nurdin.

“Pak Tanri cuma titip ke saya, Pak Prof harus maju. Silakan Pak Prof sendiri dulu. Beliau sangat arif,” tegas Nurdin.

Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Transformasi (PUSARAN) Indonesia, Muzakkir Djabir menuturkan jika ingin menang, Nurdin Abdullah harus melakukan perombakan paket wakilnya untuk maju di Pilgub Sulsel.

“Figur TBL kemungkinan besarnya akan tergeser. Dengan mempertimbangan elektabilitasnya yang tidak merangkak naik secara signifikan sejak mereka berdua menyatakan sebagai pasangan yang maju dalam pilgub sulawesi selatan,” ujar alumni pasca sarjana UGM ini, Rabu (13/9/2017).

Selain itu, kata Muzakkir, parpol juga membuka ‘pintu’ ke NA dengan syarat membuka opsi soal posisi wakil gubernur yang akan mendampingi NA.

“Soal siapa figur yang potensial mendampingi NA sebagai Calon Wakil Gubernur, menurut saya secara geopolitik, figur yang berasal dari Luwu, Bone dan Ajatappareng akan menguatkan posisi keterpilihan NA, ada nama Bupati Bone dan Bro Rivai Ras, Bupati Indah dari kawasan Luwu, Aliyah Mustika Ilham juga dari Luwu, dan Latinro Latunrung mewakili kawasan Ajatappareng,” paparnya.

Namun bisa jadi, untuk memainkan atmosfir psikologi politik publik yang sedang menunggu kepastian calon pendamping NA, akan dimunculkan figur ‘unpredictable’.

Figur unpredictable adalah figur yang tidak disangka-sangka publik untuk maju sebagai kandidat wakil gubernur tetapi karena dianggap bisa menjadi faktor pendongkrak suara bagi NA untuk memenangkan pilgub Sulawesi Selatan, akhirnya ‘dipaksa’ untuk turun gunung.

“Tentu figur tersebut merupakan representasi dari tiga kawasan yang disebutkan diatas. Tokoh yang relatif dikenal publik Sulsel dan dinilai bisa bergerak masif dan menopang NA untuk memenangkan kontestasi pilgub 2018,” pungkas Muzakkir. (**)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top