Sulselbar

Komisi IV DPRD Wajo Rancang Perda Pariwisata

WAJO, BKM — Untuk mengembangkan kearifan lokal kabupaten Wajo, Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo merancang peraturan daerah (Perda) terkait Pariwisata.

Hal itu disampaikan ketua komisi IV DPRD Kabupaten wajo, Dra Hj Husniaty HS saat melakukan kunjungan komparasai di Dinas Priwisata Kota Makassar, Sealsa (12/9/2017).

Dalam kunjungan komisi IV yang dipimping oleh ketua komisi IV, Hj Husniaty itu mengatakan, bahwa dipilihnya, Pariwisata Kota makassar hanya untuk sebagai Pembanding.

“Mungkin ada hal hal yang dilakukan pariwisata makassar yang akan diadopsi kabupaten Wajo. Walaupun sebenarnya Makassar jauh lebih maju, tetapi tentu ada yang mirip dengan daerah Wajo.¬†Makanya kita ambil kota makassar sebagai pembanding untuk pengajuan fraf dari ranperda yang tengah dirancang saat ini,” ujar Hj Husniaty.

Dia mengakui, bahwa memang ada beberapa kearifan lokal yang dikelola di kabupaten Wajo yang sudah disentuh, namun itu tidak maksimal. Untuk itu lihaknya membuatkan regulasi satu aturan.

“Seperti event yang ada dikabupaten wajo yang tidak layak jual,” katanya.

Event event yang ada di kabupaten Wajo seperti Festival Danau Tempe dan Hari Jadi Wajo itu tidak tetap tanggalnya.

“Tanggalnya itu tidak menetap. Jadwal event itu harus tetap dan tidak berubah ubah. Harus ada kalender pariwisata yang harus ditetapkan dalam satu regulasi agar bisa ada nilai jual hingga ke Mancanegara. Kalau tidak ada ketetapan jadwal, Blbagaimana bisa kita jual,” katanya lagi.

Selain itu, di kabupten Wajo juga terdapat Kampung Sutera yang seharusnya bisa bersinergi dengan Makassar agar Kampung Sutera itu bisa dilirik oleh Mancanegara.

“Jadi untuk mengembangkan dan ada nilai jual kearifan lokal Wajo, DPRD Sudah membuatkan satu peraturan daerah inisiatif dari komisi IV dan ada payung hukumnya,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Mohammad Room mengaku bahwa kabupaten Wajo itu sangat mirip dengan Porbolinggo, yaitu kota santri.

“Porbolinggo itu kota santri, sama dengan kabupaten Wajo juga kota santri,” ujar Muhammd Room.

Jadi kalau sudah ada drafnya, sudah ada pembanding, lebih baik pilih Porbolinggo. “Karena disana sangat mirip dengan kabupaten Wajo yaitu kota santri,” cetusnya. (Nar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top