Sulselbar

Di Sidrap Gas Elpiji Mulai Langka, Harga Tembus Rp20 Ribu

SIDRAP, BKM — Gas elpiji 3 kilogram (Kg) atau gas melon di Kabupaten Sidrap mulai langkah akibat jumlah pemakaian meningkat dibanding hari-hari biasanya.

Peningkatan tersebut dipicu akibat peralihan penggunaan di musim kemarau ini dari kebutuhan rumah tangga menjadi kebutuhan pertanian sebagai pengganti bahan bakar pompanisasi.

Harganya pun juga ikut meningkat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16 ribu menjadi Rp20 ribu. Kelangkaan itu terjadi di beberapa wilayah di Sidrap seperti di Kecamatan Panca Lautang.

Kelangkaan tersebut sudah terjadi sejak dua minggu lalu akibat musim kemarau yang melanda. Puluhan hektar lahan pertanian yang berada di wilayah tadah hujan itu mengering.

“Gas elpiji saat ini sulit ditemukan. Jikapun ada harganya itu Rp20 ribu pertabung. Hal ini terjadi karena musim kemarau, jadi banyak petani yang menggunakannya sebagai pengganti bahan bakar pompanisasi,” kata Inaeni, salah seorang ibu rumah tangga di Panca Lautang, Senin (12/9/2017).

Sementara, salah seorang petani Landasong warga Ale Salewo, Kecamatan Panca Lautang mengklaim, kebutuhan gal elpiji bagi petani saat ini rata-rata 2 hingga 5 tabung perhari.

“Ya, karena musim kemarau dan lahan pertanian juga sudah mengering. Terpaksa kita gunakan tabung gas elpiji 3 Kg pada pompanisasi untuk mengairi lahan persawahan. Sebab, saat ini tanaman padi sudah memasuki usia remaja,” kata Landasong.

Terpisah, Kabag Ekonomi Sidrap, Ambo Ela mengklaim, bahwa gas elpiji 3 Kg di Sidrap tidak langkah. Hanya saja, kata dia ada beberapa titik pangkalan saja yang stoknya habis akibat peningkatan pemakaian.

“Ini sebenarnya tidak langkah, cuma saja warga beli di beberapa titik yang mana di daerah itu pemakaiannya meningkat dibanding hari-hari biasanya,” ucapnya.

Untuk itu, kata mantan Kabag Humas Sekkab Sidrap itu mengaku, sudah mengkoordinasikan kepada pihak-pihak terkait utamanya agen penyalur agar meningkatkan stoknya di wilayah-wilayah yang berkebutuhan banyak seperti Panca Lautang.

“Didaearah itu, stoknya memang harus di tingkatkan. Apalagi musim kemarau seperti ini, pasti kebutuhan disana meningkat,” ujarnya.

Adapun menyangkut harga, kata dia, pangkalan tidak dibenarkan menaillan harga dari HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Jika hal tersebut didapat, maka akan diberikan sanksi tegas.

Selain itu, Ambo ela juga mengklaim, jumlah kuota gal elpiji Sidrap tahun ini sekitar 3.596.650 yang didistribusikan oleh empat agen yakni Harapan Baru Sejahtera, PT Humas Siappang, PT Haci Mitra Gas, dan PT Karya Minasa Mandiri.

“Setiap hari, empat agen itu mengantar gas elpiji 3 Kg sebanyak 12.376 perhari atau 4 hingga 6 mobil per agen yang mengantar ke 400 lebih pangkalan dan penyalur di 11 Kecamatan. Setiap mobil itu berisi 560 tabung,” tandasnya. (Ady)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top