Berita

Dalami Fasum Fasos, Kejati Periksa Kadis DTRB

MAKASSAR, BKM — Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Pemkot Makassar, Ahmad Kavrawi.

Dia diperiksa terkait kasus dugaan penyimpangan, pemanfaatan dan pengelolaan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) di Kota Makassar tahun 2010-2016.

Sebelumnya juga penyelidik telah memeriksa Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Makassar, Erwin Haiyya.

Ahmad Kavrawi menjalani pemeriksaan di ruang penyidik, bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel. Dia diperiksa dalam kapasitas untuk memberikan keterangan seputar Fasum Fasos yang ada di wilayah Pemkot Makassar.

“Dia kita panggil untuk memberikan keterangan, terkait fasum di Makassar,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Selasa (26/9/2017).

Pemeriksaan tersebut kata Salahuddin, dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dalam kasus tersebut. Adapun hasil keterangan pemeriksaan terhadap Ahmad Kavrawi, menurut dia akan dijadikan untuk Pengumpulan Data (Puldat) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

Salahuddin juga tidak menampik bila pihak penyelidik, kemungkinan akan memanggil beberapa pejabat Pemkot Makassar, Pemkab Maros dan Pemkab Gowa. Hanya saja ia enggan merinci siapa saja lagi pejabat yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan klarifikasinya.

Kadis Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengaku dirinya menghadiri pemeriksaan di Kejati hanya untuk klarifikasi terkait adanya penggunaan Fasum) dan Fasos.

“Saya hanya dimintai klarifikasi dan data mengenai adanya dugaan penggunaan Fasum Fasos di Makassar. Ya termasuk fasum di depan MTos Tamalanrea,” kata Ahmad Kafrawi.

Ahmad Kafrawi menyebut, sebelum dirinya dipanggil jaksa, terlebih dahulu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar, Erwin Hayya.

“Pak Erwin lebih dulu dipanggil baru saya. Kami hanya dimintai klarifikasi dan diminta data-data mengenai adanya 491 Fasum Fasos yang disalahgunakan, ” sebutnya. (mat)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top