Kriminal

Rebutan Pembeli, Penjual Ayam Tebas Rekannya

Polisi mengamankan sebilah parang yang diduga digunakan tersangka memarangi rekannya di pasar.

 

GOWA, BKM — Gegara berebut calon pembeli, Hajrun (20) nekat menebas Akbar (17) secara sadis. Beruntung, tebasan parang (pisau besar yang dipakai memotong ayam) tidak membuat korban meregang nyawa.

Kendati demikian, peristiwa ini membuat pengunjung Pasar Tradisional Induk Minasamaupa Sungguminasa, geger, Jumat (6/10). Akbar dilarikan ke IRD RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan perawatan medis.

Akbar yang bermukim di Lingkungan Pangkabinanga, Kelurahan Mangngalli, Kecamatan Pallangga ini sementara dirawat intensif dan dalam pengamanan petugas polisi. Sementara Hajrun, warga Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu usai menebas rekannya langsung melarikan diri dan menyerahkan diri ke Polsek Somba Opu.

Hajrun sendiri oleh sejumlah pedagang di pasar induk diketahui bukan warga asli Gowa. Hajrun merupakan pendatang dari Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi terkait motif peristiwa nahas itu mengatakan, perihalnya sepele.

” Kejadiannya berawal pada saat pelaku melayani pembeli di tempat jualannya, tiba-tiba korban memanggil pembeli ayam tersebut untuk membeli ayam miliknya dengan harga lebih murah. Karena merasa direcoki, sehingga pelaku tidak menerima dan menegur korban dengan ucapan… (jangan begitu bos pembeli sudah ada ditempatku, red) lalu korban menjawab (kenapa, marahko, mauko apa!, red) kemudian pelaku mendatangi korban ditempat jualannya dan langsung memarangi korban, ” ungkap Mangatas Tambunan.

Dikatakan Mangatas, setelah memarangi korban, Hajrun langsung melarikan diri karena berusaha dikejar oleh korban yang juga menggunakan parang. ” Namun pelaku berhasil lolos dan menyerahkan diri ke Polsek Somba Opu,” jelas kasubag humas.

Akibat dari penganiayaan tersebut korban mengalami luka terbuka pada kepala bagian belakang dengan kedalaman 4 Cm dan lebar sekitar 8 Cm.

Sementara itu, korban Akbar rencananya akan dirujuk ke RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk perawatan lebih lanjut. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top