Kriminal

Diduga Stres, Pria Uzur Ini Tewas Tergantung di Pohon

Petugas tim identifikasi Polres Gowa saat melakukan olah TKP atas tewasnya warga bernama Sanusi Dg Ruppa yang nekat menggantung dirinya mengenakan tali nilon.

 

GOWA, BKM — Seorang lelaki berusia sekira 87 tahun bernama Sanusi Dg Ruppa yang menetap di Dusun Taipakodong ll, Desa Bunga Ejaya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa ditemukan tak bernyawa lagi dengan posisi tergantung tali nilon di salah satu pohon berjarak sekira 50 meter di belakang rumahnya, Senin (9/10) sekira pukul 06.00 Wita.

Jazad korban pertama kali dilihat oleh dua orang buruh bangunan yang beralamat di Dusun Taipakodong yakni Kamaruddin Dg Tawang (27) dan anak korban bernama Muh Arif Dg Lanti’ (40).

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, menjelaskan jika peristiwa ditemukannya korban dalam kondisi tewas tergantung tali tak disangka-sangka warga sekitar.

“Diduga korban stress berat atau depresi di hari tuanya. Saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan petugas untuk mengetahui motif sebenarnya dari kematian korban dalam kondisi tergantung,” jelas Mangatas Tambunan.

Seperti pengakuan Kamaruddin Dg Tawang, pada sekira pukul 06.00 Wita itu melihat korban tergantung di atas pohon jenis bongsai yang berada di belakang rumah korban. Kemudian Kamaruddin memanggil Basir Dg Situju (50) yang kebetulan lewat dilokasi tersebut. Tidak lama berselang sejumlah warga lainnya mulai mendekati Kamaruddin yang panik.

Kemudian warga lainnya bernama Dg Bantang (42) tetangga korban langsung pergi memanggil anak korban yakni Muh Arif Dg Lanti’ dan memberitahukan bahwa ayahnya tergantung di atas pohon.

Anak korban menuju TKP dan langsung memeluk korban yang menggelantung tak menyentuh tanah. Setelah itu anak korban menyuruh tetangganya bernama Basir Dg Situju naik ke atas pohon untuk melepas tali. Namun tapi tersebut tidak bisa dilepas karena menahan beban berat tubuh korban yang menggelantung. Akhirnya Basir Dg Situju memotong tali tersebut dengan menggunakan pisau setelah itu tali dilepas dari leher korban lalu diletakkan di TKP kemudian dibawa pulang ke rumahnya.

“Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa tali nilon yang digunakan bunuh diri. Dan petugas juga membuatkan surat pernyataan penolakan otopsi dari pihak keluarga korban,” tambah kasubag humas.

Dari hasil identifikasi petugas di TKP, kasus kematian korban diduga murni melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri dan ditemukan luka lecet pada leher korban akibat jeratan tali dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (sar)

 

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top