Gojentakmapan

Mayat Pria Mengering Terikat di Semak-semak

Suasana evakuasi sosok mayat di hutan Tekko Tanru.

 

GOWA, BKM — Sosok mayat dalam kondisi mengering dan sudah tidak terbentuk manusia ditemukan di sebuah semak di wilayah Tekko Tanru dalam wilayah Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (10/9) siang.

Sosok mayat yang berciri berambut agak pirang dan panjang sebahu itu ditemukan pertamakali oleh seorang warga Dusun Bilaya, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang yang sedang berburu babi di hutan sekitar kampung Tekko Tanru (berbatas Kecamatan Bontomarannu). Warga bernama Yudi (32) itu sesaat berada di hutan pada Senin (9/10) lalu sekitar pukul 15.00 Wita tak sengaja melihat bagian kaki manusia.

Yudi pun mengaku kaget. Hal itu diungkapkan Yudi saat menyampaikan keterangan kepada penyidik Polsek Bontomarannu saat temuan sosok mayat tersebut mulai ditangani petugas Kepolisian dan menurunkan tim identifikasi Polres Gowa.

Menurut Yudi, dirinya mulai curiga ketika memperhatikan kondisi kaki tersebut. Kecurigaan Yudi makin menjadi saat melihat juga jari tangan mayat tersebut. Dia pun yakin bahwa itu adalah mayat manusia. Karena takut dan kaget, Yudi lalu kembali ke kampungnya di Bilaya dan menginformasikan kepada keluarganya bernama ibu Syahruni (40) tentang apa yang dilihatnya di hutan.

Temuan sosok mayat itu kemudian baru disampaikan Syahruni kepada para tetangganya pada keesokan hari (Selasa kemarin, red) disebabkan situasi medan rumahnya di dalam kawasan ladang atau kebun dan bermedan berat cukup jauh jaraknya dari perkampungan.

Sosok mayat yang belum diketahui identitasnya ini, berjenis kelamin lakilaki. Dan karena jarak paling dekat adalah ke wilayah Kecamatan Parangloe sehingga warga sekitar mengabarkannya ke Lurah Bontoparang Polsek Parangloe yang kemudian langsung ke TKP dan melaporkan balik ke wilayah Polsek Bontomarannu.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, mayat di TKP dalam keadaan sudah hampir tidak berbentuk karena sudah mengering dengan posisi tersandar di perbukitan dan di sekitar TKP ditemukan seutas ikat pinggang di batang semak-semak dan di dekat korban ditemukan juga sebuah topi warna hitam ada bertulis Honda dan baju warna kuning dan celana warna kain hitam,” kata Mangatas Tambunan.

Dari keterangan saksi Syahruni bahwa sekitar awal September 2017 lalu dirinya pernah didatangi tiga orang tak dikenalnya dan menanyakan pada dia apa pernah melihat orang dengan ciri-ciri menggunakan topi hitam, rambut panjang dicat pirang. Dan menurut orang yang datang itu bahwa orang yang dicari beralamat di Bontomanai, Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top