Gojentakmapan

KPK Salut, Pelaporan Dana Desa Gowa Terbaik di Sulsel

GOWA, BKM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memuji Siskeudes (Sistem Keuangan Dana Desa) yang diterapkan Pemkab Gowa saat ini.

Pujian itu disampaikan Kepala Satgas Wilayah 1 Kedeputian Bidang Pencegahan KPK RI, Tri Gamarefa pada kegiatan penandatanganan berita acara serah terima Source Code Aplikasi Perizinan dan TPP (Sistem e-Kinerja) dari provinsi ke pemerintah kabupaten/kota yang berlangsung di ruang pola kantor Gubernur Sulsel, Rabu (11/10/2017).

Tri Gamarefa mengatakan salut atas komitmen Pemkab Gowa dalam transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa yang telah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.

Bahkan Gowa menjadi satu-satunya kabupaten di Sulsel yang menggunakan aplikasi ini di seluruh desanya.

“Diantara semua kabupaten/kota di Sulsel, Gowa satu satunya yang menerapkan Siskeudes di seluruh desanya. Gowa telah menerapkannya sejak 2016 dan tahun 2015 telah disosialisasikan. Bukan cuma itu, pelaporan dana desanya juga yang terbaik di Sulsel,” ujar Tri Gamarefa.

Mendapat pengakuan dan pujian dari KPK, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menimpalinya dengan rasa syukur lantaran komitmen dan kinerja Pemerintah Kabupaten Gowa mendapat apresiasi KPK.

“Saya sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan melalui forum yang terhormat ini. Semua ini bisa terealisasi berkat kerja keras dan kebersamaan kita semua. Mari kita jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berkomitmen untuk kinerja pemerintah terbaik demi meraih prestasi demi prestasi,” kata Adnan.

Tak dipungkiri, penggunaan aplikasi Siskeudes dan pelaporan terbaik ini telah mengantarkan Bupati Gowa dan Kepala Desa Julubori sebagai salah satu kepala desa terbaik penyelenggara Siskeudes dan berkesempatan diundang ke istana negara menerima pengarahan secara langsung dari Presiden RI, Jokowi pada Mei lalu.

Bupati Gowa merupakan perwakilan satu-satunya kepala daerah dari kawasan timur Indonesia yang masuk dalam 14 kabupaten di Indonesia yang mendapat penghargaan itu.

Terpisah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muh Asrul menjelaskan, bahwa aplikasi Siskeudes ini menjadi patron agar aparat pemerintah desa mendapatkan kemudahan saat melakukan proses pengelolaan keuangan, yang dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

“Dengan Siskeudes ini diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan partisipatif,” kata Asrul.

Aplikasi ini sendiri terdiri dari tahapan perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan laporan pertanggungjawaban yang dibuat sangat friendly user untuk memudahkan aparat desa  mengaplikasikan dalam kegiatan terkai dana desa.

Asrul mengatakan, berkat penggunaan Siskeudes dan laporan ini, Gowa menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang telah cair dana desanya untuk tahap kedua.

“ADD kita (Gowa) telah cair sejak September dan sebelumnya ADD tahap pertama telah cair April lalu,” kata Asrul.

Diuraikannya, pada tahun anggaran 2017 sebanyak 121 desa di Kabupaten Gowa menerima anggaran dana  desa pusat  sebesar Rp 100.250.326.000  dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 86.073.744.000. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top