Gojentakmapan

PMD Gowa Beberkan Tips Sukses Pengelolaan Siskeudes

Peserta studi kerja implementasi Siskeudes dari Bulukumba saat mendengarkan penjelasan Kadis PMD Gowa, Muh Asrul tentang pengelolaan Siskeudes di Gowa.

GOWA, BKM — Sebanyak 40 orang terdiri dari para sekretaris desa dan bendahara desa se Kabupaten Bulukumba melakukan studi kerja implementasi Siskeudes di Kabupaten Gowa.

Kunjungan studi asal Bulukumba yang dipimpin Kadis PMD Bulukumba, HA Kurniadi ini diterima Kadis PMD Gowa, Muh Asrul dan jajarannya di ruang rapat Wabup Gowa, Rabu (11/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Kadis PMD Bulukumba, HA Kurniadi mengatakan, kunjungannya ke Gowa ini adalah menyikapi surat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait pengelolaan Siskeudes atau sistem keuangan desa.

“Mudah-mudahan Bulukumba juga dapat berprestasi dalam mengelola dana desa setelah mendapat ilmu penerapannya di Gowa. Saya berharap para sekretaris dan bendahara desa kami paham dalam melaksanakan Siskeudes nanti,” kata Kurniadi.

“Karena itu kami berharap pihak PMD Gowa bisa membagi ilmu kepada kami sehingga dapat pula menerapkan aplikasi Siskeudes dengan baik di Bulukumba,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PMD Gowa, Muh Asrul  mengatakan, pengelolaan Siskeudes ini memang butuh kehati-hatian dan tenaga ekstra.

Di Gowa, kata Asrul, semuanya diawali penandatanganan kerjasama dengan BPKP tahun 2015 untuk melaksanakan Siskeudes ini kemudian dilanjut dengan mendidik dan melatih para sekretaris, bendahara dan para pendamping desa.

Dibeberkan Asrul, tahun 2015 dan 2016 di Gowa seluruh desa yang berjumlah 121 desa dapat mengimplementasikan Siskeudes ini dan Gowa satu-satunya kabupaten di Sulsel yang menerapkannya. Dan prestasi ini diakui KPK RI.

“Syarat utama jika ingin Siskeudes berjalan baik adalah bendahara. Karena itu memilih calob bendahara desa harus orang-orang muda agar tenaga dan pikirannya selalu fresh untuk melakukan tugas pengabdiannya di desa,” cetusnya.

Gowa itu punya klinik Siskeudes dimana didalamnya ada dua admin aplikasi yang menjagai klinik sebagai tempat koordinasi para bendahara yang memiliki masalah tentang pengelolaan Siskeudes. Dannjumlah admin pun mulai bertambah.

“Sekarang kami sudah memiliki 16 tenaga admin atau koordinator. Jadi para koordinator inilah yang berhubungan dengan para bendahara desa,” terangnya.

“Inilah langkah-langkah yang selama ini kami tempuh dengan menggunakan 7 prinsip pengelolaan yakni membentuk admin, ada forum komunikasi dan diskusi via media sosial (WhatsApp), melakukan harmonisasi, bimtek/pelatihan efektif, ¬†koordinasi dan komunikasi dengan tim perwakilan BPKP di daerah, monitoring secara berkala dan membuat klinik Siskeudes sebagai help desk dan sekretariat admin Siskeudes,” jelas Asrul didampingi Sekdisnya, Ahmad Wahid. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top