Gojentakmapan

Polres Gowa Razia Knalpot Racing

Sejumlah knalpot racing yang berhasil disita petugas dalam opstin.

 

GOWA, BKM — Satu bulan terakhir jajaran Satlantas Polres Gowa gencar melakukan operasi rutin stasioner di berbagai lokasi. Opstin stationer ini untuk melakukan penertiban kepada para pengguna kendaraan yang belum cukup umur serta mengubah bentuk knalpot standart menjadi knalpot racing.

Penertiban ini dilakukan sebagai suatu bentuk pembelajaran dan efek jera kepada para pemilik dan pengguna kendaraan untuk selalu tertib berkendaraan.

Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar, Rabu (11/10) mengatakan, kegiatan operasi tersebut akan terus dilakukan dan difokuskan kepada para pelajar yang menggunakan ranmor yang pada umumnya dari kalangan pelajar yang belum cukup umur dalam mengendarai kendaraan serta dominan menggunakan knalpot racing.

” Dalam aturan perundang-undangan sudah sangat jelas akan larangan menggunakan kendaraan jika masih di bawah umur termasuk dalam mengubah spesifikasi suatu bentuk kendaraan sesuai dengan undang-undang Lalulintas Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Pada Pasal 281 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 77 ayat 1 dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1.000.000, ” jelas kapolres.

Kapolres juga menjelaskan bunyi Pasal 285 UU Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Aris menegaskan, secara khusus penggunaan knalpot racing ini dianggap tidak memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan Kementrian Perhubungan. Selain itu, ATPM sebagai pemasar produk wajib mendapatkan izin dari Kementrian Perhubungan mengenai spesifikasi dan teknis produk motor yang akan dipasarkan. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top