Metro

Ketua KSP Agung Lestari Tersangka Korupsi Dana Bergulir Koperasi

 

MAKASSAR, BKM–Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan Makassar menetapkan, Ketua KSP Agung Lestari, berinisial R dan S (selaku pengawas) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bergulir senilai Rp1,5 miliar.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil eksposes perkara yang digelar, Senin, 16 Oktober 2017. Berdasarkan hasil ekspose dan Surat Perintah Penyidikan PRINT-01/R.4.10.7/Fd.1/09/2017 tanggal 14 September 2017, kejaksaan menetapkan dua tersangka dalam kasus dana bergulir

Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Pelabuhan, Andi Irfan kepada BKM mengungkapkan, 05 Februari 2013 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari di Kota Makassar mengajukan permohonan modal kerja untuk mendapatkan bantuan pinjaman dana bergulir atau bantuan permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM.

Awalnya, kata Andi Irfan, koperasi ini bernama KSU Kopermas Bilawaya lalu diubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari melalui perubahan Anggaran Dasar di depan Notaris dan telah terjadi beberapa kali pergantian pengurus.

Selanjutnya, kata dia, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM menyetujui permohonan pinjaman tersebut. Ada pun prosedur pembentukan dan perubahan pengurus KSP Agung Lestari, kata Andi Irfan, terindikasi terjadi perbuatan melawan hukum dan pembentukannya tidak sesuai ketentuan. Apalagi, pengurusnya hanya ditunjuk secara lisan tanpa ada RAT.

Tanggal 15 Mei 2013 pihak LPDB KUMKM mentransfer bantuan pinjaman dana bergulir ke rekening Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari sebesar Rp2 miliar. Namun belakangan, bantuan pinjaman dari LPDB KUMKM tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukannya sesuai yang terdapat dalam daftar definitif yang terlampir dalam pengajuan proposal permintaan modal kerja ke LPDB KUMKM.
Ada dana yang dipergunakan untuk pembelian aset berupa ruko oleh pria S. Akibat perbuatan tersebut, mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar R1.5 miliar. (rls)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top