Bisnis

OJK Sebut Pemahaman Berasuransi Warga Makassar Masih Rendah

Panitia Insurance Day foto bersama pada kegiatan Family Gathering di Taman Pakui Sayang.

MAKASSAR, BKM — Jumlah masyarakat yang belum memahami dan memiliki asuransi masih besar. Makassar masih dibawah standar nasional.

Hal ini dikatakan Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional II dan Perizinan, Ahmad Murat saat membuka Insurance Day di Taman Pakui Sayang, Senin (30/10/2017).

Menurut Ahmad, sampai akhir triwulan I 2017, OJK mencatat, aset industri asuransi tumbuh 3,9 persen menjadi 981,14 triliun.

Peningkatan aset tersebut seiring dengan peningkatan jumlah investasi yang naik 4,6 persen menjadi 816,14 triliun.

Namun berbanding terbalik dengan literasi keuangan sektor asuransi yang justru turun sebesar 2,08 persen.

“Hal ini tentunya menunjukkan bahwa semakin berkembangnya produk industri sektor asuransi, tidak diimbangi dengan pemahaman masyarakat akan pentingnya manfaat dan resiko produk asuransi tersebut,” jelasnya.

Untuk di Sulsel sendiri, lanjut Ahmad, OJK menjamin tak ada asuransi yang bermasalah. Kondisi asuransi disini sangat baik walaupun masyarakat yang memiliki asuransi masih rendah.

“Saat ini baik, tidak ada yang bermasalah di Sulsel karena disini hanya kantor cabang. Terakhir adalah asuransi Asi Jaya (bermasalah) tapi kan udah dihapus,” bebernya.

Ia melanjutkan, OJK bersama Kementerian Keuangan dan lembaga terkait sepakat untuk mendorong upaya peningkatan inklusi (akses) masyarakat ke sektor jasa keuangan dengan target 75 persen pada akhir 2019.

Dijelaskannya, peran industri perasuransian dalam pembangunan nasional perlu terus didorong agar mampu berpartisipasi aktif mewujudkan perekonomian nasional yang mampu tumbuh secara stabil dan berkelanjutan.

“Ini bagaimana caranya supaya bisa stimultan. Artinya pemanahaman masyarakat bisa bertumbuh. Itu agak lama prosesnya. Tingkat unklusi pemanfaatan harus meningkat dan literasi juga meningkat,” cetusnya.

Terkait dengan hadirnya BPJS, menurut Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Uyip Wirawan menjelaskan, sama sekali tidak mempengaruhi keinginan masyarakat untuk berasuransi secara umum.

Malah, BPJS memberi pengaruh positif meningkatkan pemahaman dan edukasi pada masyarakat pentingnya memiliki asuransi.

“Masyarakat semakin sadar akan pentingnya asuransi,” pungkasnya. (rahma)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top