Berita

Jentang Mangkir dari Panggilan Jaksa, Diduga Berada di Singapura

MAKASSAR, BKM — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel batal melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi sewa lahan negara, di kelurahan Buloa, kecamatan Tallo, Makassar, Soedirjo Aliman alias Jentang.

Pemeriksaan terhadap Jentang kali ini, merupakan pemanggilan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Namun Jentang sejak pagi hingga sore tak hadir alias mangkir memenuhi panggilan penyidik.

“Sejak tadi tersangka belum hadir, memenuhi panggilan penyidik,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Selasa (7/11/2017).

Menurut Salahuddin, ini panggilan yang pertama terhadap yang bersangkutan, sejak ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya dalam hal ini penyidik, tentu akan melakukan pemanggilan kedua terhadap tersangka.

Untuk saat ini tersangka dianggap mangkir, karena tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa ada penyampaian alasan ketidakhadirannya dalam memenuhi panggilan.

Terkait upaya pencekalan, menurut Salahuddin, baru sementara masih diupayakan untuk diusulkan ke Kejaksaan Agung. Dengan tujuan agar tersangka tersebut tidak bisa ke luar negeri.

“Upaya pencekalan terhadap tersangka, masih sementara dalam proses pengusulan,” tandasnya.

Hanya saja ia belum bisa memastikan kapan status pencekalan tersebut dilakukan terhadap tersangka.

Pihak penyidik telah mendapat informasi bila yang bersangkutan, kini tengah berada di Singapura. Hanya saja menurut Salahuddin, hal tersebut belum bisa diterima mentah-mentah.

“Kita harus mengecek dulu, sebelum memastikan. Apakah tersangka memang betul berada di Singapura atau tidak,” kilahnya.

Maka dari itu tim penyidik kembali akan memanggil tersangka secara patut. Sesuai jadwal pemanggilan yang diatur oleh tim penyidik.

“Kita masih akan memanggil tersangka secara patut lagi. Nanti kita lihat apa yang bersangkutan koporatif hadir atau tidak,” tandasnya.

Kecuali bila tiga kali di panggil, lantas tersangka masih mangkir. Salahuddin menegaskan tentu pihaknya bersikap tegas, yaitu upaya panggil paksa. (mat)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top