Gojentakmapan

Polisi Rekonstruksi 41 Adegan Pembunuhan Mursalim

GOWA, BKM — Puluhan polisi dari Polres Gowa mengawal pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan Mursalim.

Rekonstruksi yang digelar Rabu (8/11/2017) sekitar pukul 10.15 Wita ini dipimpin Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Sudaryanto dan dihadiri seluruh personil yang terlibat dalam pengamanan.

Pihak Kejaksaan Negeri Sungguminasa juga hadiri diwakili Kasi Pidum dan beberapa Jaksa.

Kasus pembunuhan dengan korban bernama Mursalim yang terjadi pada 6 Januari 2017 lalu, juga turut dihadiri Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar bersana Wakapolres dan Kabag Sumda.

Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar di sela rekon yang memperagakan 41 adegan ini mengatakan, tujuan dilaksanakannya rekon tersebut untuk memperjelas peran dari masing-masing pelaku dalam rencana pembunuhan terhadap korban Mursalim.

Rekon inipun digelar pada tiga lokasi yakni di lods basah penjualan ayam potong Pasar Induk Minasamaupa Sungguminasa, tempat rangkaian kejadian saat korban dieksekusi  serta lokasi saat korban dibuang di sungai Jeneberang.

Dalam rekon itu, dari tujuh pelaku, dua orang tersangka sengaja tidak dihadirkan dan rekon itu hanya dilakukan oleh pemeran penggantinya.

Tersangka yang tidak dihadirkan yakni Amhar sebagai tersangka utama dan Asdar selaku eksekutor. Sementara sebagai pemeran pengganti atas rua tersangka itu yakni Iwan (tersangka lainnya).

Rekon hanya menghadirkan lima orang tersangka pembantu yakni Iwan (bertindak sebagai pemeran pengganti), Akbar, Galang, Faizal serta Mahmuddin  alias Yo.

Selama pelaksanaan rekonstruksi terlihat jelas peran para pelaku khususnya saat korban dicekik lehernya oleh tersangka Asdar dibantu tiga orang rekannya yang lain.

“Penerapan pasal yang diprasangkakan kepada para pelaku adalah Pasal 340 subsider 338 Jo 55  KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,” jelas Kapolres.

Suasana rekonstruksi pun berlangsung lancar dan aman dalam pengawalan puluhan petugas Polres Gowa. (sar)

 

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top