Politik

Firdaus Paressa: Danny Layak Kembali Pimpin Makassar

Firdaus Paressa, Juru Bicara Bidang Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Danny Pomanto

 

MAKASSAR, BKM–Makassar terus berbenah. Di usia yang lebih empat abad ini, perkembangan Makassar semakin pesat. Tak terkecuali dengan masalah yang dihadapi juga semakin kompleks. Namun tangan dingin Wali Kota Makassar, Danny sapaan akrab Mohammad Ramdhan yang hampir lima tahun menjabat Wali Kota, mampu ‘menyulap’ Makassar sejajar dengan kota megapolitan lainnya seperti Surabaya, Bandung dan Medan.

“Sosok Danny Pomanto sangat visioner, berani dan tegas dalam berbagai hal terlebih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Makassar,” terang Firdaus Paressa, Juru Bicara Bidang Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Danny Pomanto, Jumat (10/11). Selama kepemimpinan Danny, kata Firdaus, Makassar menjadi dua kali lebih baik dari sebelumnya.

“Jika kesempatan kembali diberikan kepada Danny menjabat Walikota, maka saya sangat yakin semua amanah serta janji yang pernah dia lontarkan akan bisa diwujudkan,” terang Firdaus yang juga tercatat sebagai Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini.

Firdaus sangat mengapresiasi kinerja dan kepemimpinan Danny Pomanto. “Saya pikir masyarakat Kota Makassar juga merasakan hal yang sama dengan saya. Memimpin birokrasi tidak mudah. Keberhasilannya diukur dari kepuasan masyarakat. Selama tiga tahun memimpin Makassar, beliau tampil sebagai pemimpin visioner yang mampu mengaktualisasikan visi pemerintahannya ke keadaan yang lebih baik. Gaya manajemennya mampu membangun jejaring dengan entitas lain di luar pemerintahannya. Bukan hanya di dalam, juga di pergaulan internasional. Beliau sukses membangun koordinasi, komunikasi, dan smart government,” papar alumnus Program Doktor Hukum Universitas Padjajaran ini.

Lebih jauh, Direktur Lembaga Masyarakat Transparansi (Matrass) Sulsel ini menimpali, latar belakang Danny Pomanto adalah seorang arsitektur, sangat menunjang dalam menyulap wajah Makassar semakin indah dan tertata.

Menurut dia, kemampuan public speaking yang baik, ditunjang dengan pergaulannya dengan semua kalangan, menjadi alasan bahwa memang pria kelahiran 30 januari 1964 itu, punya kapasitas dalam memimpin kota seperti Makassar dengan penduduk satu juta lebih orang.

Pemimpin visioner, mengubah harapan menjadi kenyataan. “Ini dapat dilihat, bagaimana Danny mengubah kawasan kumuh dan miskin menjadi kawasan bersih, sehat, dan rapi dengan program Lorong Garden-nya. Konsep Smart City dan Makassar Tidak Rantasa mampu mengatarkan Makassar meraih Adipura. Dari segi pengelolaan keuangan, Makassar meraih WTP. Danny Pomanto berfokus pada aksi, bukan pada kemasan. Beliau pemimpin merakyat karena programnya langsung dirasakan masyarakat. Karena bagi saya, seorang pemimpin dipilih dan dipercaya karena dirinya bisa membuktikan mimpinya menjadi kenyataan, mampu mengubah harapan menjadi kenyataan,” paparnya.

Keberhasilan Danny dibuktikan 121 penghargaan bergengsi nasional dan internasional dalam kurun waktu tiga tahun. ”Inilah rahmat bagi masyarakat kota Makassar dalam mewujudkan Makassar kota dunia yang nyaman untuk semua dan Makassar dua kali tambah baik. Penghargaan bukanlah tujuan utama, namun setidaknya hal itu membuktikan apa yang dilakukan Danny Pomanto telah di jalur yang tepat. Beliau on the right track dalam memimpin,” jelasnya.

Selain itu, membawa Makassar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) selama dua kali berturut-turut, tahun 2015 dan 2016 yang disematkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), Danny juga berhasil membawa kota berjuluk Anging Mammiri ini meraih Piala Adipura hingga tiga kali berturut, yaitu 2015, 2016, dan 2017, ditambah piala Adipura ASEAN.

Ada juga penghargaan lain diantaranya Wahana Tata Nugraha (WTN) 2016, Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) Terbaik Nasional 2016, penghargaan tertinggi bidang Pencegahan Kebakaran 2016, Penghargaan Government Awards (dari sebuah Majalah Nasional) bidang infrastruktur 2016, penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri atas prestasi kinerja dengan predikat sangat tinggi nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang disahkan oleh Dirjen Otonomi Daerah 2016, dan lain sebagainya.

Danny juga berhasil menciptakan inovasi di pemerintahannya. Selama dua tahun berturut–turut sejak digulirkan, Makassar tidak pernah absen dalam penilaian Top Inovasi Pelayanan Publik. Program Dottoro ta (Home Care) berbasis Telemedicine sukses meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik dan berhasil menembus kompetisi pelayanan publik internasional. Keunggulan lainnya yang dicapai Makassar selama tiga tahun pemerintahannya, mampu menggabungkan 4 karakteristik kota; smart city, sustainable city, resilent city, dan fiblent city. (cha)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top