Sulselbar

Kasus Dugaan Korupsi Dana Bergulir Bakal Seret Tersangka Baru

Personil Kejaksaan Negeri Wajo

 

WAJO, BKM — Kejaksaan Negeri Kabupaten Wajo mengungkap lebih jauh kasus dugaan penyelewengan dana koperasi bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada tahun 2010 – 2013. Dua orang sudah ditetapkan tersangka yakni AA dan AI. Kini, tim penyidik kasus LPDB-KUMKM tahun 2010 – 2013, memberikan isyarat bakar menyeret tersangka baru.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Wajo, Eko Bambang Marsudi melalui Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Wajo, Andi Sumardi mengaku tersangka lain yang bidik merupakan abdi negara atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus yang merugikan negara hingga puluhan miliar ini masih mencari tersangka lain yang dianggap bekerjasama dalam pencairan dana itu. “Kami menetapkan satu orang sebagai tersangka baru berinisial MI yang berstatu ASN,”ungkap Sumardi, Sabtu 11 November 2017

Sebelumnya, MI ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya berstatus sebagai saksi. Adapun peran pelaku MI diduga turut membantu kedua tersangka AI dan AA untuk memuluskan pencairan dana koperasi bergulir tersebut.

“Jadi MI ini diduga menyalahgunakan wewenang, untuk membantu pencairan dana saat masih menjabat sebagai Staf Bidang Pembiayaan dan Pemasaran Koperasi pada Dinas koperasi 2010-2013,” jelasnya. Mantan Kasi Pidsus Kejari Sidrap itu mengaku saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Wajo, Muh Arwes yang ditemui mengaku, jika MI sudah tidak lagi berdinas di Diskop Wajo. “Dia memang berdinas di Diskop pada waktu itu, tapi pertengahan 2013 dia pindah ke BPKAD Wajo. Dan informasi terakhir, dia sudah pindah dinas ke Kota Palopo,” jelasnya. (nar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top