Politik

NA Datang, Pedagang Pasar Senggol Parepare Terkejut…

Prof Nurdin Abdullah

PAREPARE, BKM — Bakal calon gubernur Sulsel 2018-2023, Prof Nurdin Abdullah (NA) turun menyapa warga pasar tradisional di Kota Parepare.

NA singgah di pasar Senggol dalam perjalanan menuju peresmian posko pemenangan dibeberapa daerah bagian utara Sulawesi Selatan, seperti Pinrang, Enrekang, Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara.

Hal itu dilakukan bupati Bantaeng dua periode tersebut, untuk sekedar mempertanyakan kondisi pangan sembari membeli beberapa tangkapan laut dan rempah-rempah di tanah kelahirannya yang juga kota asal presiden Republik Indonesia ke 3, BJ Habibie.

Lukman, salah seorang pedagang rempah-rempah di pasar Senggol berharap kehadiran Nurdin Abdullah yang juga bakal calon gubernur Sulsel agar mampu menjaga harga tetap pada kisaran normatif.

“Bagus ini datang pak prof, kita berharap harga rempah tetap normal, kan kalo bawang merah besar itu 15 ribu per kilo, kalo kecil 10 ribu, sedangkan lombok kecil itu 1/2 kilo 15 ribu, 10 ribu 1 kilo lombok besar, jadi kita minta dan harap tetap normal kedepannya, jangan sampai kayak kemarin-kemarin turun sampai 6 ribu,” ujarnya.

Sementara, Kasri Kaco yang berjualan hasil laut seperti ikan, cumi dan udang mengatakan kedatangan guru besar Universitas Hasanuddin itu sontak membuatnya terkejut, jika biasanya hanya ia saksikan di televisi dan surat kabar, kini ia dapat berjabat tangan, ia pun menerangkan Nurdin Abdullah tak dapat dipisahkan dengan Kabupaten Bantaeng.

“Kaget ka, biasa saya lihat di televisi atau di koran, sekarang ada disini beli ikan ku, kalo bicara Prof. Nurdin berarti bicara Bantaeng, kalo bicara suksesnya Bantaeng berarti ada pak Nurdin dibelakangnya,” pungkasnya sambil berjabat tangan.

Kehadiran NA juga menjadi momen tersendiri bagi warga sekitar pasar Senggol, khususnya warga jalan Jambu Kota Parepare.

Diketahui Nurdin Abdullah berasal dari Kota Parepare, menyelesaikan pendidikannya hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kemudian melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. (*)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top