Politik

Lewat Terobosan IYL, Gowa Layak Jadi Kiblat Pendidikan di Indonesia

MAKASSAR, BKM — Dulu dicaci, sekarang dipuji. Kalimat ini sangat pas dialamatkan ke Ichsan Yasin Limpo (IYL). Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengundang decak kagum atas berbagai terobosan pendidikannya.

Jika berbagai kebijakannya di awal sempat diragukan bakal berjalan sukses dalam memajukan pendidikan, maka manfaat dan dampaknya perlahan mulai dirasakan.

Itu tercermin dari penghargaan dan prestasi yang kini terus menghampiri Kabupaten Gowa.

Kabupaten tetangga Makassar ini yang sekarang dipimpin putra Ichsan, Adnan Purichta Ichsan, kini layak menjadi kiblat baru pendidikan di Indonesia.

Selain keberpihakan mendorong pendidikan sebagai motor penggerak Sumber daya manusia (SDM), juga perhatiannya ke tenaga pendidik dan siswa.

Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla menilai, sejak Gowa dipimpin IYL dan dilanjutkan oleh Adnan, warga patut berbangga. Alasannya, kabupaten yang memiliki penduduk sekitar 700 jiwa itu, layak menjadi primadona pendidikan.

“Yang jelas di Gowa sejak kepemimpinan Pak IYL, berkomitmen membangun pendidikan lebih tinggi dibanding program lain. Disana lebih duluan menjadi kiblat pusat pendidikan. Ini menjadi satu-satunya daerah yang menonjol. Patut menjadi catatan penting untuk dikenang,” ujar Culla kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Lebih lanjut akademisi Unhas Makassar ini berpendapat, ke depan jika daerah lain ingin mewujudkan hal tersebut, maka sangat diperlukan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik, khususnya Kepala Sekolah.

Menurutnya, dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan, suatu daerah perlu membandingkan pendidikan di daerah tersebut dengan pendidikan di daerah lain seperti Gowa.

Itu dimaksudkan untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya. Lalu mengambil unsur positifnya sekaligus menyesuaikan dengan kondisi kekinian dan akan datang.

Bagi dia, salah satu yang diprioritaskan Pemkab Gowa hingga menjadi pusat pendidikan adalah atas dasar ide dan gagasan yang dipelopori IYL.

Saat itu, pemkab merancang APBD yang dialokasikan khusus peningkatan pendidikan.

“Kemajuan suatu daerah bahkan negara tak terlepas dari SDM atau pendidikan. Hal ini yang dilakukan Pemkab Gowa waktu itu, alokasi anggaran dari APBD merupakan yang diprioritaskan  untuk dialokasikan dalam program pendidikan gratis. Ini pertama di tetapkan di Indonesia sebelum UU No 20 tahun 2003,” demikian pria jebolan Doktor Unhas ini.

Gaung kesuksesan penyelenggaraan pendidikan gratis di Kabupaten Gowa menggema hampir di seluruh Indonesia.

Selain pendidikan gratis di Kabupaten Gowa, program sistem pembelajaran kelas tuntas berkelanjutan (KTB) terus dikembangkan.

Kaitan hal ini, guru besar ilmu pendidikan j Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Ismunandar M.Pd juga mengakui, kemajuan pendidikan di Gowa sudah memberikan hasil nyata, yakni banyak daerah yang datang belajar serta menimba ilmu di kota bersejarah itu.

“Sudah banyak daerah yang datang di Butta Gowa Bersejarah khusus mengetahui aplikasi kebijakan Pemkab Gowa bidang pendidikan,” tuturnya.

Mantan Rektor UNM dua periode ini menambahkan, peran serta masyarakat untuk menikmati pendidikan semakin terbuka luas. Karena pemerintah dapat mendorong perbaikan di tingkat satuan pendidikan.

“Hal penting juga memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu menyekolahkan anak,” pungkasnya. (**)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top