Politik

Dikabarkan Dicopot dari Banggar Gowa, Asriadi Mengaku Heran

Asriadi

GOWA, BKM — Kisruh yang terjadi di internal Badan Anggaran (Banggar) belum juga berakhir, bahkan semakin bertambah setelah mengemuka kabar bahwa salah seorang anggota Banggar DPRD Gowa dicopot dari keanggotaan sekaligus dari posisinya sebagai sekretaris fraksi.

Anggota Banggar yang dimaksud adalah Asriady Arasy. Ketua Komisi IV DPRD Gowa ini disebutkan dikeluarkan dari Banggar serta diganti posisinya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Gowa. Posisinya sebagai sekretaris fraksi digantikan oleh Sutihati Dahlan. Kabar ini mengemuka setelah beredar di medsos surat Ketua Fraksi Partai Demokrat, Andi Lukman Naba terkait surat pencopotan tersebut.

Terkait penggantian salah satu anggota Banggar sekaligus Sekretaris Fraksi Demokrat itu, Sekwan Gowa, Yusuf Sampera yang dikonfirmasi, Rabu (6/12) membenarkan adanya informasi terkait penggantian itu. “Yah saya dengar ada informasi begitu tapi saya belum tahu isi suratnya karena memang pimpinan dewan belum menerima surat dari Fraksi Demokrat,” kata Yusuf Sampera.

Sementara itu Asriady Arasy yang dikonfirmasi oleh media sekaitan penggantian dirinya di Banggar dan di jajaran kepengurusan DPC Demokrat, mengaku heran. ” Informasi dari mana itu ? Saya tidak bisa jawab itu. Tapi secara aturan untuk pergantian AKD itu harus berawal dari pengajuan pimpinan fraksi. Dan di fraksi kami, saya adalah Sekretaris Fraksi Demokrat kalau ada pergantian itu harus seizin saya juga dan persetujuan saya. Dan soal itu, tidak ada perintah dari DPC Demokrat Gowa. Tapi itu juga bisa terjadi bila ada perubahan pimpinan fraksi di DPRD Gowa,” tandas Asriady.

Dikatakannya, jika ada penindakan penggantian maka harus sesuai prosesur dan mekanisme partai. “Tidak ada penyampaian dari DPC Demokrat Gowa. Kalaupun ada pergantian mestinya itu sepengetahuan saya karena saya juga adalah Sekretaris DPC di Demokrat Gowa. Jadi kira-kira bisa nggak ada pergantian ? Kalau sampai ada pergantian, maka itu pasti cacat hukum,” papar Asriady.

Asriady mengaku keputusan yang dikeluarkan Fraksi Partai Demokrat itu tidak sah karena tanpa sepengetahuan dirinya sebagai sekretaris fraksi. “Pernah beliau juga ganti Makmur Muang (anggota Fraksi Partai Demokrat) di Bamus karena jengkel tapi nggak bisa karena saya sebagai sekretaris fraksi tidak tanda tangan,” tambahnya.

Asriady pun menilai aneh. “Kenapa mesti ada pergantian di kondisi adanya miskomunikasi sekaitan anggota Banggar DPRD?” ucap Asriady. (sar)

 

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top