Metro

Digugat Pelanggan, PLN ‘Kalah’ di Pengadilan

 

MAKASSAR, BKM–Seorang warga Jalan Sulawesi, Hadianto Rusli kecewa terhadap sikap Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulselbar yang tidak mematuhi putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Melalui Kuasa Hukumnya, Makmun S. Asy’arie, Hadianto mengatakan PLN tidak taat hukum. Dimana sebelumnya, Hadianto menggugat PLN ke PN Makassar karena besaran tagihan tunggakan listrik yang dibebankan kepadanya oleh PLN tidak mendasar yakni sebesar Rp 180. 613. 400.

“Putusan PN Makassar akhirnya menyatakan PLN selaku tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyatakan tagihan rekening listrik sebesar Rp 180. 613. 400 yang dibebankan kepada penggugat (Hadianto Rusli) dinyatakan tidak sah dan ditolak,” katanya kepada wartawan di Cafe di Jalan Patimura Makassar, Rabu (13/12).

Dalam amar putusan PN Makassar bernomor 89/Pdt.G/2017/PN. Makassar jelas menyatakan PLN selaku tergugat melakukan perbuatan melawan hukum dan tunggakan tagihan yang dibebankan kepada penggugat dinyatakan tak sah dan ditolak, tapi PLN tetap tidak ingin mematuhi putusan.

“PLN malah ingin penggugat (Hadianto Rusli) membayar lunas tunggakan itu. Jika tidak aliran listrik di tempat usaha penggugat akan dihentikan atau dicabut,” terang Makmun. Terpisah, General Manager (GM) PLN Sulselbar, Bob Saril dikonfirmasi wartawan belum dapat memberikan tanggapan.

Kasus ini bermula ketiga petugas PLN menemukan kaca display kWh meteran listrik milik Hadianto Rusli pecah. Petugas PLN kemudian datang dan memeriksa kWh meteran listrik milik Hadianto Rusli tersebut. Petugas menyatakan LCD pecah, sehingga angka stand meter tidak dapat dilihat secara visual.
Belakangan, PLN mendownload stand pada kWh meter milik Hadianto tanpa melibatkan kepolisian dan pihak pelanggan dalam hal ini Hadianto Rusli sebagai saksi. Hasil download, PLN menyatakan ada tagihan tertunda yang wajib dilunasi terlebih dahulu oleh Hadianto sebelum meteran listriknya diganti sebesar Rp 180. 613. 400.

Tak terima dengan hasil hitungan sepihak PLN tersebut, Hadianto Rusli melalui Kuasa Hukumnya, Makmun mengajukan gugatan ke PN Makassar dan akhirnya memenangkan gugatan melawan PLN wilayah Sulselbar. Atas putusan ini, pihak PLN menyatakan banding. (cha)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top