Kriminal

Begini Cara Tiga Tersangka Menghabisi Nyawa Sekdes Taring…

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga langsung tilis kasus pembunuhan Sekdes Taring setelah tiga pelakunya ditangkap.

 

GOWA, BKM — Rejeki dan ajal tak ada yang sangka. Begitulah nasib yang dialami Sirajuddin (43), Sekretaris Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Gowa. Sirajuddin tewas setelah ditusuk dan dibacok dua besanan yakni Hakim (45) dan Dahlan (50)(besanan). Kedua tersangka dibantu seorang anak mantu bernama Sirajuddin alias Udin (23).

Peristiwa penganiayaan berbuntut pembunuhan itu, menurut Hakim, satu dari tiga tersangka di depan polisi setelah ditangkap di Kabupaten Jeneponto, dia datang bersama besannya (Dahlan). Dahlan yang terlebih dahulu melakukan pemarangan terhadap korban (Sekdes).

“Saya tusuk perutnya pak waktu dia (korban) terjatuh setelah diparangi sama Dahlan, saya tusuk perutnya sampai gagang badik saya masuk juga,” kata Hakim. Sedangkan Dahlan mengaku, dirinya menebas korban karena dilempari batu oleh anak korban saat berada di TKP bersama Hakim.

“Saya dilempari batu Pak sama anaknya. Jadi saya parangi Sirajuddin, setelah saya parangi satu kali, baru ditusuk sama Hakim,” aku Dahlan. Sedangkan Sirajuddin alias Udin, anak Hakim mengaku jika keterlibatannya saat itu tidak sengaja karena hanya lewat di tempat kejadian dan melihat ayah dan mertuanya berkelahi dengan korban. “Saya lalu ikut membantu. Saya tidak memakai senjata tajam pak, saya hanya menendang dan memukul pak sekdes,” aku Udin.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan motif dari perbuatan ketiga pelaku ini adalah sengketa lahan persawahan.

“Ini lahan sudah lima kali dimediasi, tapi hasilnya deadlock, sehingga terjadi pengeroyokan kemarin yang menyebabkan nyawa Sekdes Sirajuddin melayang,” kata Shinto Silitonga saat melakukan rilis kasus pembunuhan Sekdes Taring tersebut, Senin (25/12) siang di Mako Polres Gowa.

Sebelumnya, pihak keluarga korban, yakni akan korban bernama Rian Nur Abdi (23) menjelaskan, sebelum kejadian ayahnya (korban) melaporkan ketiga warga itu (pelaku) ke Polsek Biringbulu dengan tuduhan penyerobotan lahan sawah yang telah digarap beberapa tahun oleh orangtua korban yakni Bahrum Dg Ngalle dan sampai kini digarap oleh korban namun pihak pelaku tidak terima dan tetap merasa lahan itu adalah miliknya.

“Kami minta para pelaku dihukum setimpal sebagaimana Pasal 340 KUHP sebab perbuatan mereka berindikasi direncanakan sebab sebelum kejadian korban sering dapat teror dari para pelaku dengan ancaman aka dibunuh dimana saja dan kapan saja pelaku bertemu korban,” kata Rian Nur Abdi yang dihubungi via ponselnya. (sar)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top