Metro

GAKI Desak Jaksa dan Polisi Usut Proyek DAK dan Bantuan Praktik SMK Sulsel

 

MAKASSAR, BKM–Gerakan Antikorupsi Indonesia (GAKI) Sulsel mendesak Kejaksaan dan aparat Kepolisian untuk mengusut dugaan penyimpangan proyek fisik sekolah yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Sulsel tahun 2017. Bukan hanya itu, GAKI juga meminta agar proyek bantuan dana peralatan praktik sejumlah SMK di Sulsel tahun 2017 juga ikut diendus aparat penegak hukum.

Juru Bicara GAKI Sulsel, Muhammad Basran kepada BKM, Selasa (2/1) menegaskan, aparat penegak hukum diminta untuk mengusut adanya dugaan gratifikasi dalam pengelolaan proyek bernilai puluhan miliar di Diknas Sulsel tersebut.

Proyek DAK yang diperuntukkan untuk Ruang Kelas Baru (RKB) dan Ruang Penunjang Sekolah (RPS), kata Basran, ada dugaan kalau sejumlah sekolah penerima bantuan menyetor fee dalam jumlah tertentu. Dugaan gratifikasi dalam proyek ini, kata Basran, sangat rawan, apalagi berkaitan dengan pengusulan serta verifikasi sekolah yang dinilai layak menerima bantuan. Pengusulan ini dilakukan Diknas Sulsel melalui proposal yang diajukan pihak sekolah calon penerima.

”Ini sangat rawan dan harus diselidiki. Pengusulan dan verifikasi sekolah yang layak menerima bantuan, bisa membuka ruang terjadinya dugaan gratifikasi,’ katanya. Sedangkan untuk bantuan peralatan praktik sejumlah SMK di Sulsel, ada dugaan awal kalau sejumlah kepala SMK yang diarahakan untuk membeli alat kepada salah satu rekanan. Padahal, bantuan pusat bernilai ratusan juta rupiah ini diberikan langsung ke pihak sekolah, dan pihak sekolah memiliki otoritas penuh membeli peralatan praktik sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Sulsel, Ruslim yang dihubungi BKM tidak berhasil dikonfirmasi. Bahkan, Ruslim terkesan bungkam. Pesan singkat yang dikirimkan, sama sekali tidak direspon. Telepon selulernya yang dihubungi diterima namun kemudian dimatikan. (cha)

 

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top