Sulselbar

Dipecat Dari KSR PMI, Agussalim Nilai Pengurus Tak Paham Aturan

Agussalim saat memperlihatkan surat pemecatan dirinya dari KSR PMI Stikes Batara Guru.

LUTIM, BKM — Pengurus Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (PMI) unit Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Batara Guru telah mengeluarkan surat pemecatan terhadap Agussalim, tertanggal 16 Desember lalu.

Agussalim tercatat sebagai salah satu Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) di KSR Stikes unit 001 Batara Guru. Surat pemecatan itu dinilainya tidak sejalan dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Menurut Agussalim, pengurus harus memahami aturan (AD / ART) yang ada di lembaga ini terlebih dahulu sebelum mengeluarkan surat pemecatan. Soalnya, yang menyetujui pemecatan ini juga salah satu DPO sendiri.

Agussalim menambahkan, pemecatan itu terkesan dipaksakan namun terlihat tidak memahami aturan. Jika dirinya dipecat, kata Agussalim, seluruh DPO juga harus diberikan surat pemecatan karena melanggar pasal 10 syarat keanggotaan.

“Saya dipecat karena melanggar pasal 10. Bunyinya, keanggotaan harus berstatus Mahasiswa aktif. Pertanyaannya, bagaimana dengan DPO lainnya yang juga sudah tidak aktif sebagai Mahasiswa di Stikes?,” tanya Agussalim.

Agussalim menilai salah satu DPO yang memberikan persetujuan pemecatan ini juga asal – asalan dan tidak memahami aturan kelembagaan. “Ini juga DPO asal menyetujui. Mestinya DPO harus paham karena itu menjadi bumerang,” ungkapnya.

Sebelumnya, KSR PMI Stikes Batara Guru mengeluarkan surat pemecatan terhadap salah satu pengurus berstatus DPO, Agussalim. Surat pemecatan itu ditandatangani oleh ketua umum, Muh Fadli dan disetujui salah satu DPO, Dedi. (alpian alwi)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota.

To Top