Berita

Mahasiswa Desak KPU dan Bawaslu Tuntaskan Polemik Pilgub Sulsel

Sejumlah ASN "Salam Punggawa" khas dari salah satu pasangan bakal calon Gubernur Sulsel.

MAKASSAR, BKM — Gerakan Aktivis Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkait polemik yang terjadi dalam tahapan Pilgub Sulsel.

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan di depan Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (17/1/2017).

Ketua Gerakan Aktivis Mahasiswa, Denny Abiyoga Goseld melayangkan tiga tuntutan dalam unjuk rasa itu.

Di antaranya, pihaknya mendesak Bawaslu Sulsel untuk tegas menyikapi indikasi keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam momentum pilkada serentak.

Hal tersebut menanggapi viralnya foto ASN dalam lingkup Pemda Gowa dengan menunjukkan indentitas bakal calon kepala daerah secara terang-terangan. Bahkan, foto-foto tersebut beredar luas di situs internet.

“Dalam hal ini termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa berdasarkan bukti telah melanggar dan mengkhianati peraturan bahwa dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon,” sebutnya.

Lebih lanjut, Gerakan Aktivis Mahasiswa juga enuntut Bawaslu Sulsel untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan selama perhelatan pemilihan calon kepala daerah. Sehingga, momen semarak pesta demokrasi tidak tercederai kecurangan.

“Bawaslu harus mampu mengantisipasi terjadinya pelanggaran pemilu seperti money politic, black campaign, penggelembungan suara. Sehingga mampu tercipta pemilu yang sehat dan adil,” tegasnya.

Terakhir, Goseld juga mengimbau KPU Sulsel agar mampu bertindak transparan dalam penetapan para calon kepala daerah. Pihaknya meminta kepada KPU Sulsel untuk mempublikasikan hasil tes kesehatan sebagai prasyarat kelayakan.

“Sebagaimana diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat berhak mengetahui hasil tes kesehatan calon pemimpinnya. Agar kita tidak terjebak dalam memilih calon yang belum diketahui rekam jejak kelayakan kesehatannya untuk memimpin,” pungkasnya. (*)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top