Palopo

Sekda Palopo Memukul Stafnya, Pengamat: Tidak Mencerminkan Pembina Pamong

ilustrasi

PALOPO, BKM — Kasus pemukulan yang dilakukan pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo Jamaluddin Nuhung terhadap Kasubag Protokol Pemkot Palopo Wahyuddin di depan umum belum lama ini mendapat tanggapan dari pengamat politik dan pemerintahan.

Dr Arief Wicaksono mengatakan, pemukulan tersebut adalah hal biasa jika dilakukan oleh orang yang tak berpendidikan.

“Tapi kalau seorang sekda yang notabene adalah salah satu pejabat pembina kepegawaian atau pamong maka itu kesalahan fatal. Masak sih ada sekda memukul anak buahnya, kasihan juga itu sekdanya,” ujar Arief Wicaksono, Jumat (26/1/2018) di Makassar.

Dia mengatakan, bisa saja Sekda Palopo melakukan itu karena becanda arau kesal. Tapi apapun itu, lanjutnya, tidak boleh melakukan tindakan seperti itu terhadap bawahannya apalagi di depan umum. Di depan semua pejabat publik dan pejabat negara di Palopo.

Menurutnya, hal ini merupakan pelajaran ini bagi semua pejabat di Sulsel.

“Jangan karena pejabat tinggi lantas memperlihatkan arogan dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap bawahan. Itu kesalahan besar dan saya minta itu diusut tuntas. Tidak boleh ada pejabat seperti itu di tengah masyarakat,” ujar Wicaksono.

Sekadar diketahui, Wahyuddin mengaku langsung mendapat bogem mentah dari Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Palopo, Jamaluddin Nuhung.

Wahyudin kena pukul lantaran diduga memindahkan posisi duduk Plt tersebut pada acara pisah sambut pejabat TNI, Dandim 1403 Sawerigading di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC), belum lama ini. (**)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top